Pendukung Jefry Noer Labrak Pengadilan Tinggi Riau
Senin, 06 Nov 2006 10:57 WIB
Pekanbaru - Sekitar 250 warga Kabupaten Kampar 'melabrak' Pengadilan Tinggi Riau. Mereka meminta hakim mengabulkan permintaan jagonya, Jefry Noer, yang kalah dalam Pilkada 9 Oktober 2006 lalu.Kehadiran massa di gedung yang berlokasi di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Senin (6/11/2006), pukul 09.00 WIB ini bersamaan dengan jalannya sidang gugatan Pilkada Kampar.Massa datang dengan menggunakan truk dan mengusung beberapa spanduk mendukung Jefry. Massa masih asyik berorasi hingga pukul 10.30 WIB. Padahal sidang pertama gugatan Jefry sudah selesai sejak pukul 10.00 WIB. Mereka masih bertahan di halaman gedung PT Riau dengan penjagaan ketat dari 100-an aparat Poltabes Pekanbaru dan Polda Riau.Dalam orasinya, massa menilai KPUD Kampar telah melakukan kecurangan. Salah satunya, tidak membagikan kartu pemilih kepada 16.000 masyarakat di Kabupaten Kampar.KPUD juga dituding berpihak kepada calon dari Partai Golkar, Burhanudin Husen, yang memenangkan pilkada. Burhanudin juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Riau Rusli Zaenal selaku Ketua Partai Golkar Riau.Mereka juga menilai gubernur terlalu jauh melakukan intervensi dalam pelaksanaan pilkada untuk memenangkan calonnya.Intervensi itu antara lain lewat pemanggilan jajaran dinas pemerintahan Kabupaten Kampar, camat, lurah, dan kepala desa. Mereka diinstruksikan Rusli untuk memenangkan jago dari Partai Golkar.Dalam pelaksanaan Pilkada Kampar, Jefry Noer, bupati kontroversial yang pernah diberhentikan Mendagri dalam kasus penghinaan guru, kalah dengan pesaingnya, mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Burhanudin Husen. Jefry sendiri dijogokan PDIP dan PAN. Dalam kasus ini, selain melakukan gugatan ke PT Riau, Jefry juga mengadukan proses Pilkada Kampar yang telah diintervensi Gubernur Riau kepada Mendagri M Ma'ruf.Sidang pertama ini berjalan selama 45 menit dengan agenda pembacaan gugatan oleh pihak penggugat yang diwakili pengacaranya, Abdul Heris Rusli. Sedangkan hakim ketua adalah Maryati Akuan yang juga merupakan kepala PT Riau.
(umi/nrl)











































