Pemerintah Inggris Sambut Vonis Saddam, Media Terpecah

Pemerintah Inggris Sambut Vonis Saddam, Media Terpecah

- detikNews
Senin, 06 Nov 2006 10:18 WIB
London - Berbeda dengan pemerintah Inggris yang menyambut baik vonis mati bagi Saddam Hussein, pers negeri tersebut terpecah antara yang mendukung dan menentang hukuman mati tersebut.Beberapa media Inggris menganggap dunia harusnya berhati-hati mengenai hukuman mati terhadap mantan presiden Irak itu. "Dia mungkin saja diktator brutal tapi dengan menggantungnya maka ada banyak risiko akan menimbulkan lebih banyak pertumpahan darah," tulis tabloid ternama Inggris, Daily Mirror, dalam editorialnya.Pandangan senada ditulis harian The Guardian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/11/2006)."Jika Irak baru memang akan muncul dari puing-puing masa lalu, maka menjauhkan diri dari hukuman mati merupakan awal yang baik," tulis harian tersebut seraya menyerukan agar vonis mati untuk Saddam diubah.Namun harian laris Inggris lainnya, The Sun, dengan tegas mendukung vonis mati itu. "Tak ada lagi akhir yang lebih cocok selain hukuman gantung bagi bandit yang menjadi presiden itu," cetus media tersebut dalam editorialnya.Sentimen senada disampaikan Daily Telegraph yang mengakui keadilan atas hukuman mati oleh pengadilan di Baghdad. "Kematian Saddam bukan syarat yang memadai untuk terciptanya demokrasi di Irak, namun itu sudah pasti diperlukan," tulis media sayap kanan itu dalam editorialnya.Lain lagi pandangan harian Independent. Meski mengatakan bahwa vonis mati pantas bagi Saddam, namun mereka yang menyambut hal ini sebagai momen menentukan dalam sejarah Irak, akan salah besar."Vonis itu tidak menyelesaikan apa pun, menghentikan apa pun, memperbaiki apa pun," tulis Independent.Pengadilan Irak menjatuhkan vonis mati kepada Saddam pada Minggu 5 November kemarin atas dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Desa Dujail pada tahun 1982 silam. (ita/nrl)


Berita Terkait