Ketua MPR: Bush Jangan Bawa Pengawal Berlebihan

Ketua MPR: Bush Jangan Bawa Pengawal Berlebihan

- detikNews
Minggu, 05 Nov 2006 15:35 WIB
Jakarta - Presiden AS George Bush diimbau tidak membawa pasukan keamanan yang berlebihan dalam kunjungannya ke Indonesia. Sebab Indonesia adalah negara berdaulat dan bukan bagian AS.Hal tersebut disampaikan Ketua MPR Hidayat Nurwahid di sela-sela acara pelantikan Pengurus Anak Ranting PKS kota Bekasi, di Asrama Haji Jawa Barat, Jl Kemakmuran, Bekasi, Minggu (5/11/2006)."Apalagi ikut mengawasi teritorial Indonesia seperti yang dilakukan di Bali beberapa tahun lalu. Itu semua akan kita tolak," kata Hidayat.Tidak hanya itu, mantan Presiden Partai Keadilan ini juga mewanti-wanti Bush agar tidak mendikte Indonesia dalam hal pengamanan. AS harus bisa menghargai kedaulatan hukum bangsa lain, termasuk Indonesia."RI adalah negara berdaulat. Jadi dia harus tunduk dan patuh pada hukum di sini," ujar Hidayat.Saat bertemu dengan mantan Presiden Megawati di Hotel Patra, Denpasar, Bali, pada Oktober 2003 lalu, pengamanan terhadap Bush memang sangat berlebihan. Protokoler Bush terkesan tidak percaya dengan tenaga pengamanan Indonesia. Puluhan bahkan mungkin ratusan anggota Secret Service (SS) AS disebar di seantero kawasan Hotel Patra.Tidak hanya di darat, anggota SS juga menyelami pantai yang berada di halaman belakang hotel. Padahal lokasi itu sebelumnya sudah disterilkan aparat Indonesia. Sejumlah penembak jitu juga ditempatkan di beberapa tempat strategis.Belum lagi berbagai kerepotan yang harus dialami para wartawan yang ditugasi meliput acara tersebut. Pemeriksaan terhadap para pencari berita dilakukan berlapis-lapis. Konon peralatan jumpa pers mulai dari mikrofon, alat penerjamah bahasa, hingga sound sistem juga dibawa sendiri dari AS. Paranoid? (djo/san)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads