Lagi, Residivis Polsek Pademangan Tewas Didor
Minggu, 05 Nov 2006 06:02 WIB
Jakarta - Satu persatu dari 10 tahanan Polsek Pademangan yang kabur mulai terendus jejaknya. Salah satunya Rusman Juanda Ardiansyah (29), tahanan pelaku perampokan. Timah panas yang ditembakan polisi pun menghentikan usaha pelariannya."Dia kita tembak karena dia berusaha kabur waktu mau ditangkap," tutur Kapolsek Pademangan AKP Golkar Pagarso, kepada wartawan di Polsek Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (4/11/2006).Timah panas menembus pinggang kiri Rusman dan tembus ke dada kanan. Akibatnya Rusman langsung roboh dan menghembuskan nafas terakhirnya. Jejak Rusman, mulai terlacak saat buronan ini menginjakan kaki kembali pada Sabtu pagi, setelah bersembunyi di Surabaya."Sampai di Jakarta, dia langsung mendatangi rumah kawannya di Tambora," cetus Golkar.Polisi yang sudah mencari lama buronan ini sejak September lalu, kemudian melakukan pengejaran. Pada siangnya sekitar pukul 14.00 WIB, polisi menyisir kawasan dipinggir kali di sekitar daerah Tambora dan menyergap Rusman.Dari 10 tahanan yang kabur, polisi telah menangkap 3 orang. 2 diantaranya tewas tertembus timah panas yakni Rulandi dan Rusman. Sedang Nico Deli dibekuk dan kini meringkuk kembali di sel Polsek Pademangan.Sebelumnya, Sepuluh tahanan Polsek Pademangan, Jakarta Utara melarikan diri. Mereka kabur dengan cara menjebol eternit ruang tahanan. Peristiwa ini terjadi Rabu (13/9/2006) antara pukul 03.00-04.00 WIB.Mereka adalah tahanan yang terlibat dalam berbagai kasus. Lima terlibat kasus pencurian, 3 kasus narkoba, 1 kasus penipuan dan 1 orang lainnya adalah kasus kepemilikan senjata tajam.
(ary/ary)











































