Bunga Bangkai Gemparkan Warga Bandung
Sabtu, 04 Nov 2006 21:50 WIB
Bandung - Tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba bunga yang dipercaya sebagai bunga bangkai tumbuh di halaman rumah Oyo Sunaryo (62) di Jalan Majahlega RT 03/15 Kelurahan Sekejati, Kecamatan Margacinta Bandung.Saat detikcom berkunjung, di halaman rumah tampak puluhan warga sekitar berjubel di gang kecil depan rumah Oyo. Mereka berdatangan untuk menyaksikan bunga yang mengeluarkan bau busuk menyengat seperti bangkai. Bunga yang tingginya sekitar 37 cm berwarna merah ati tua tersebut dikerubuti lalat. Ketika detikcom mencium bunga dari dekat, bau bangkai langsung menusuk hidung dan membuat mual. Bentuk bunga mirip dengan Raflesia Arnoldi yang berada di Kebun Raya Bogor."Bunga itu sudah muncul sejak Senin lalu (30/10/2006) ditemukan anak saya yang sedang menyiram bunga di pekarangan rumah. Awalnya tingginya hanya 5 cm lalu tiga hari kemudian menjadi 25 cm," tuturnya.Menurut Oyo awalnya dirinya tidak percaya kalau bunga itu adalah bunga bangkai. Namun warga sekitar mempercayai hal itu. Akhirnya dirinya pun percaya setelah tadi pagi (Sabtu, 04/11/2006), bunga yang asalnya hanya kuncup menjadi mekar. "Selain menimbulkan bau busuk yang menyengat, bunga itu juga mengeluarkan bunyi setiap malam seperti bunyi radio yang tidak ada gelombangnya. Bunyinya hanya muncul pukul 2 dan 4 dini hari," paparnya. Anehnya, lanjut dia, jika sengaja ditunggu bunga itu tidak mengeluarkan bunyi. Hal itu pernah dicobanya pada suatu malam. Dia bersama anak dan tetangganya sengaja begadang untuk mendengarkan bunyinya. Namun tidak juga muncul."Begitu juga dengan saat mekarnya. Ketika sengaja ditunggu, tidak mekar-mekar juga. Namun saat tidak ada yang memperhatikan, bunga itu mekar," ujarnya. Dia mengungkapkan para tetangga mulai berdatangan sejak Senin lalu, namun makin bertambah banyak pada hari ini saat bunga itu mekar. Di pekarangan rumahnya, terlihat kotak amal yang disimpan. Terlihat beberapa warga memasukan uang ke kotak tersebut."Enggak, saya tidak memungut bayaran. Itu atas inisiatif warga sini. Saya hanya berharap bunga ini bisa membawa berkah bagi masyarakat sini, tidak hanya keluarga saya," ujarnya.Menurutnya jika pemerintah atau dari lembaga penelitian membutuhkan bunga itu untuk kepentingan pendidikan, dirinya akan merelakan untuk diambil. "Tapi kalau masyarakat biasa yang minta, tidak akan saya kasih," katanya.
(ary/ary)











































