Inilah Modus Komplotan Trafiking

Inilah Modus Komplotan Trafiking

- detikNews
Sabtu, 04 Nov 2006 16:35 WIB
Jakarta - Manusia bukan barang dagangan. Jadi berhati-hatilah dengan rayuan manis penuh tipu daya komplotan perdagangan manusia alias trafiking. Simak modus mereka agar tidak terjebak.Ilustrasi bagaimana komplotan ini bekerja disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta usai meninjau Pusat Rehabilitasi dan Pemulihan Korban Perdagangan Orang di RS Polri Dr Soekanto, Jl Kramat Jati, Jakarta, Sabtu, (4/11/2006)."Salah satunya adalah dengan mengganti tujuan kerja secara tiba-tiba. Biasanya bila ada pengiriman, sudah ada janji. Misalnya ke Arab, tapi tiba-tiba dialihkan ke negara lain yang tidak terdapat kerjasama," tutur Meutia.Namun istri ekonom Sri Edi Swasono ini mengaku tidak mengetahui persis jumlah korban trafiking di Indonesia."Sangat sulit untuk menemukan jumlah yang pasti. Itu terkait dengan pola pengiriman. Database-nya di Depnakertrans. Silakan tanya ke sana," katanya.Meutia berkomitmen memberantas praktek perbudakan ini. Salah satu cara yang ditempuhnya dengan mempercepat penyelesaian RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU TPPO)."Kita akan percepat itu. Tentu saja UU itu akan memberi sanksi dan hukuman bagi siapa saja yang terlibat," janjinya.Ia menjamin dengan RUU itu semua jaringan perdagangan orang akan terkena imbasnya, baik dari pemerintah mapun dari masyarakat."Semua akan dapat. Mulai dari pihak pemerintah, lurah, hingga petugas Imigrasi. Siapa saja ada hukum. Termasuk dari pengerah tenaga kerja," tandas Meutia. (Ari/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads