Penanganan Korban Trafiking RI Dipromosikan ke LN
Sabtu, 04 Nov 2006 16:10 WIB
Jakarta - Indonesia dinilai baik dalam merehabilitasi korban trafiking atau perdagangan manusia (human traficking). Departemen Luar Negeri (Deplu) AS akan mempromosikan keberhasilan tersebut ke dunia internasional.Demikian disampaikan Direktur Kantor Pemantauan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia Deplu AS John R Miller, usai mengunjungi Pusat Rehabilitasi dan Pemulihan Korban Perdagangan Manusia di RS Polri Dr Soekanto, Jl Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (4/11/2006)."Tempat ini dapat menjadi contoh di tempat lain. Tempat ini dapat menampung korban dari Indonesia yang bekerja di luar negeri. Sekembalinya ke AS, saya ingin bercerita bagaimana tempat ini dapat dikembangkan dan ditiru di negara lain," puji Miller.Pujian ini meluncur dari Miller setelah dia melihat sendiri penanganan korban oleh pihak RS. "Saya bertemu dengan beberapa anak muda korban praktek perdagangan manusia. Mereka ditipu dan disiksa. Di sini mereka mendapat pemulihan yang cukup baik," pujinya lagi.Sebagai catatan, pusat penanganan yang berdiri 10 Mei 2005 ini telah menangani 600-an korban trafiking. Seorang korban rata-rata menjalani 10 hari masa rehabilitasi.Kepala Departemen Kedokteran Kepolisian Kombes Pol Dr Purnomo menjelaskan, selepas dari tempat ini, korban selanjutnya akan ditangani di 'rumah aman' milik Depsos atau dikembalikan kepada keluarganya. Rumah aman tempat adalah tempat tinggal sementara yang digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap korban."Pasien membutuhkan rata-rata 10 hari untuk pemulihan. Kami menyiapkan 30 base tempat tidur. Setelah sembuh akan diteruskan ke rumah aman Depsos ataupun pihak keluarga," terang Purnomo.Tambah Pusat RehabilitasiMenteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menyambut gembira pujian Miller. Bahkan dia berjanji akan menambah pusat rehabilitasi semacam ini, seiring meningkatnya jumlah korban trafiking."Kami akan menambah rumah sakit yang menangani seperti ini, terutama di daerah-daerah sumber sentral korban trafiking. Seperti di Jawa Timur yang baru ada di Surabaya. Kami harap di Batam seagai jalur trafiking dalam waktu dekat akan ada yang seperti ini," janjinya tanpa menjelaskan lebih lanjut.Saat ini di Indonesia baru ada 3 pusat rehabilitasi korban trafiking, yaitu di Jakarta, Surabaya dan Pontianak.
(fjr/sss)











































