300 Ribu Warga Berpotensi Ngamuk di Pilkada NAD
Sabtu, 04 Nov 2006 16:06 WIB
Jakarta - Pilkada Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bakal digelar 11 Desember 2006. Namun 300.000 ribu warga masih belum terdaftar sebagai pemilih. Kondisi ini bisa memicu konflik di tanah Serambi Mekah."Mereka yang tidak terdaftar bisa menjadi potensi konflik. Kerawanan tersendiri bagi Aceh karena mereka akan protes, berontak, apalagi mereka barangkali bisa dari GAM. Itu bahaya," kata Wakil Ketua DPD Laode Ida.Hal ini disampaikan Laode usai diskusi bertajuk "Pergolakan Poso" di Timebreak Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2006).Menurut dia, dengan tidak masuknya 300 ribu warga Aceh dalam daftar pemilih menunjukkan kelemahan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Aceh yang damai, yang berkelanjutan, karena dalam waktu tertentu masyarakat Aceh yang tidak dapat hak pilih akan marah.Laode meminta agar segera dilakukan daftar ulang. "Tapi yang didaftar ulang yang 300 ribu warga itu saja, yang lain tidak perlu," usulnya.Komite Independen Pemilihan NAD menetapkan 11 Desember 2006 sebagai pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Aceh. Jika pemenang pilkada bisa memenuhi 25 persen tambah 1 suara, pilkada di Aceh hanya akan dilakukan satu putaran. Jika tak ada yang memenuhi, akan dilakukan pilkada putaran kedua.
(aan/sss)











































