Galang Sejuta Umat Demi Halau 'Mbahnya Teroris'
Sabtu, 04 Nov 2006 12:15 WIB
Jakarta - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) gigih menolak kedatangan Presiden AS George W Bush ke Tanah Air. Selain aksi demo, HTI akan mendatangi DPR dan juga menggalang aksi sejuta umat untuk mengalau Bush yang disebut sebagai 'Mbahnya teroris'."Kalau Bush tetap datang, berarti inilah pemimpin kita yang katanya cinta damai tapi bersekutu dengan pembunuh. Katanya ikut berperang melawan teroris tapi bersekutu dengan mbahnya teroris," ketus juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto.Hal ini disampaikan dia di sela aksi unjuk rasa di depan Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (4/11/2006).Ismail juga menilai pemerintah Indonesia lemah dan telah bersekutu dengan teroris, serta tidak mencintai perdamaian jika masih bersikap terbuka dengan kedatangan Bush.Untuk menunjukkan keseriusannya menolak kedatangan Bush, HTI berencana menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar beserta sejumlah ormas Islam. "Kami menggalang aksi sejuta umat menolak kedatangan Bush," ucap Ismail.Selain itu, HTI berencana mendatangi Komisi I DPR untuk meminta DPR mendesak pemerintah menolak kedatangan Bush."Kami pada Rabu minggu depan (15 November 2006) akan bertemu dengan Komisi I DPR untuk menyampaikan aspirasi," kata Ismail.Aksi yang digelar pukul 09.00 WIB berakhir pukul 12.00 WIB. Massa HTI membubarkan diri dengan tertib. Sekitar 500 demonstran berangsur-angsur meninggalkan Kedubes AS. Mereka pulang dengan kendaraan masing-masing, baik motor, mobil dan kendaraan umum.Seiring selesainya aksi unjuk rasa, pagar betis pengamanan polisi juga ikut membubarkan diri. Tidak ketinggalan puluhan pedagang kaki lima membawa gerobak dan dagangannya pulang.
(fjr/sss)











































