Polisi Ringkus 4 Perampok Uang ATM BCA, 2 Anggota TNI AL
Jumat, 03 Nov 2006 16:33 WIB
Jakarta - Dugaan keterlibatan aparat dalam perampokan mobil PT Armorindo yang mengangkut uang ATM BCA senilai lebih Rp 3 miliar akhirnya terbukti. Dari 4 orang yang diringkus, 2 di antaranya adalah anggota TNI AL.Selain 4 orang tersebut, polisi masih mengejar 1 anggota TNI AD yang juga terlibat perampokan itu dan 4 warga sipil lainnya.Keempat orang yang dibekuk dalam waktu berbeda itu adalah Yulinda Arifin (21), Endang Syarifudin (41), serta dua anggota TNI AL, Tony Sastra dan Sertu Armando."Untuk yang oknum TNI sudah kita serahkan ke POM TNI," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Tewu di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (3/11/2006).Dari tangan Arifin yang diringkus di daerah Bogor, minggu lalu, polisi menyita dua pucuk senjata api FN 9 mm, dua pucuk senjata api jenis colt, dan 22 butir peluru colt kaliber 38.Selain itu polisi juga mengamankan 27 boks ATM kosong, 1 unit mobil Isuzu Panther warna biru dengan nopol B 8700 TW, 1 unit mobil Honda Fit warna biru tua bernopol B 1668 UF, serta dua tas ransel warna merah."Senjata-senjata itu kita sita dari Arifin dan dia mengaku mendapat senjata itu dari Praka Sulistyo Erwadi, anggota TNI AD yang masih kita cari," tutur Carlo.Diungkapkan Carlo, polisi juga masih memburu 5 tersangka lainnya, yakni S alias K, B, Sulistyo Erwadi, Anwar Syarifudin, dan Nuryanto Seno. "Kita masih melakukan pencarian terhadap mereka," kata Carlo.Libatkan Orang DalamCarlo menjelaskan, perampokan itu terorganisir dengan rapi dan ada keterlibatan orang dalam yang memberikan keterangan kepada orang luar mengenai mekanisme pengisian uang ATM dan rute yang diambil.Kemudian sindikat perampok ini membuat perencanaan dan akhirnya menjalankan aksinya. "Sampai sekarang belum ada indikasi kejahatan ini untuk pembobolan asuransi, namun kemungkinan itu akan terus kita selidiki," imbuhnya.Carlo juga menjelaskan, kejahatan itu diotaki dua sindikat asal Jakarta dan Lampung yang masih terus diselidiki keberadaan orang-orangnya."Kita masih terus koordinasi dengan Polda Lampung, karena ternyata ada orang-orang yang ikut perampokan, residivis dari sana," katanya.Untuk pembagian uang hasil rampokan, terang Carlo, setiap dua orang mendapatkan 5 kotak berisi uang Rp 500 juta. Saat ini, imbuh dia, masih ada 4 kotak lain yang disimpan Anwar Syarifudin yang masih buron. Mereka berniat membaginya setelah situasi aman.Dalam penangkapan ini, polisi tidak menemukan uang tunai. Polisi hanya mendapatkan barang-barang yang dibeli dari hasil perampokan tersebut, seperti mobil Isuzu Panther dan Honda Fit.Polisi juga tidak menyebutkan kapan dan di mana persisnya keempat orang itu ditangkap kecuali Arifin yang ditangkap di Bogor dan Endang di Jakarta Barat.Dari informasi yang diperoleh, penangkapan 2 anggota TNI AL dilakukan oleh TNI AL sendiri. Informasi yang didapat juga menyebutkan Yulinda Arifin berprofesi sopir di PT Armorindo.
(umi/sss)











































