Jaksa Agung Bantu Wanita Joki 3 in 1 yang Digunduli Satpol PP

Jaksa Agung Bantu Wanita Joki 3 in 1 yang Digunduli Satpol PP

- detikNews
Jumat, 03 Nov 2006 15:44 WIB
Jakarta - Sugiharti, joki 3 in 1 yang digunduli petugas Satpol PP Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mendapat angin segar. Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh alias Arman, berjanji akan membantunya.Janji itu disampaikan Arman saat menerima Sugiharti di ruang kerjanya, Gedung Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Jumat (3/11/2006)."Petugas satpol yang menempeleng dan menggunduli dia harus dihukum dan diadili. Saya kira itu harus diproses karena itu merupakan tindak pidana umum. Nanti saya akan bicara dengan Pak Sutanto (Kapolri)," kata Arman usai menerima Sugiharti.Sugiharti datang bersama suaminya, Sugiyanto dan anaknya Susan (3,5) sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan keluarga joki 3 in 1 ini ke Kejaksaan Agung atas undangan Arman. Dalam pertemuan itu, Sugiharti menuturkan kisah sedihnya saat menjadi korban kesewenang-wenangan petugas Satpol PP Kecamatan Menteng.Menurut Sugiharti, dirinya ditangkap di kawasan Jl Imam Bonjol saat mencari nafkah menjadi joki 3 in 1. Namun dalam penangkapan itu dirinya diperlakukan sangat tidak manusiawi. Dia ditempeleng dan digunduli. Semua itu dilakukan petugas satpol tersebut di depan anaknya yang menangis ketakutan."Suami saya juga diancam jika jadi joki 3 in 1 akan dihabisi. Kasus ini sudah saya laporkan ke Polda Metro Jaya, tapi sampai saat ini belum ada pemanggilan," tutur Sugiharti yang datang dengan mengenakan busana muslim berwarna merah itu.Tidak Cari PopularitasPertemuan antara Arman dengan keluarga Sugiharti berlangsung sekitar setengah jam. Sebelum Sugiharti pulang, Arman sempat memberikan amplop berisi uang dan sebuah parsel yang dikirimkan seseorang untuknya. Menurut Arman, parsel tersebut sudah dilaporkan ke KPK."Ini untuk sekadar jajan anak," kata Arman saat memberikan amplop berwarna putih tersebut kepada Sugiharti.Arman mengaku sudah lama mencari tempat tinggal Sugiharti namun tidak pernah ketemu. Alamat rumah Sugiharti baru diketahuinya setelah dia mendapat bantuan dari Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.Sugiharti memang sempat dibawa ke Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat setelah ditangkap petugas Satpol PP. Di tempat inilah dia ditempeleng dan digunduli. Setelah itu Sugiharti tinggal di bawah jembatan kereta Cikini, Jakarta Pusat."Saya kagum terhadap orang kecil berjuang untuk hidupi anak-anaknya. Awalnya saya khawatir takut dibilang mencari popularitas," ujar Arman. Padahal? (djo/sss)


Berita Terkait