Deplu Undang Tim PBB, Tetapi Bukan Usut Munir
Jumat, 03 Nov 2006 15:22 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri akan mengundang tim PBB ke Indonesia. Tim itu bukan untuk mengusut kasus kejahatan, melainkan membantu pemerintah memajukan dan melindungi HAM. Itu pun bukan untuk mengusut kasus pembunuhan aktivis HAM Munir."Kalau media bilang tim investigasi dari PBB, itu tidak ada. Di bawah Dewan HAM PBB ada special reporter (pelapor khusus). Pemerintah memang akan mengundang beberapa dari mereka ke Indonesia," kata juru bicara Deplu Desra Percaya.Hal ini disampaikan dia di di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2006).Pelapor khusus yang diundang adalah pelapor bidang pekerja migran akan datang pada 12-20 Desember 2006, bidang torture (penyiksaan), dan bidang defender (pembela) pada tahun 2007."Kita memang mendengar Suciwati bertemu dengan pelapor khusus Philips Alston di New York, AS karena dia sedang memberi laporan ke PBB. Tetapi kedatangan pelapor khusus hanya atas undangan pemerintah yang bersangkutan, tidak bisa begitu datang," terangnya."Kalau maksud Usman Hamid dari Kontras yang bilang Philips mau datang ke Indonesia pada 2004, dia meminta diundang di Indonesia tetapi khusus untuk kasus Aceh," lanjutnya.Menurut dia, pelapor khusus diundang bukan untuk mengungkapkan kejahatan, melainkan membantu pemerintah memajukan dan melindungi HAM.
(aan/sss)











































