Reaksi Golkar Soal UKP3R Tidak Main-main
Jumat, 03 Nov 2006 15:05 WIB
Jakarta - Reaksi kader-kader Partai Golkar mengenai pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) bukan isapan jempol belaka. Selain dinilai tidak efektif, figur Ketua Marsillam Simanjuntak yang memusuhi Golkar menjadi pemicu kekecewaan."Reaksi daerah keras, karena mereka khawatir. Jangan sampai ada overlapping kabinet," ungkap Wasekjen DPP Partai Golkar Rully Chairul Anwar, sebelum Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Golkar di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (3/11/2006).Keberadaan UKP3R dinilai RUlly akan semakin membuat kusut jalannya pemerintahan. Selain figur Marsillam yang berseberangan dengan Golkar, orang-orang yang mengisi pos di UKP3R juga dinilai tidak memiliki kompetensi."Saya khawatir ini tidak efektif dan tumpang tindih. Sekarang lebih baik fungsikan saja kabinet. Background orang-orang yang tidak kompeten. Saya lihat dari segi kompetensi tidak semuanya kompeten," nilainya.Rully juga menegaskan desakan 16 DPD yang menginginkan dilakukan evaluasi dukungan terhadap pemerintahan SBY adalah fakta yang tidak bisa diabaikan. Meski demikian, Golkar baru akan mengambil sikap saat digelarnya Rapimnas 13 November mendatang."Itu fakta. Dinamikanya begitu. Tapi kita belum pastikan sikap sebelum Rapimnas. Nanti akan dibahas," imbuh dia.Ditanya mengenai kemungkinan diajukannya hak interpelasi oleh Fraksi Partai Golkar di parlemen, Rully mengaku belum ada keputusan dari fraksi. "Dari fraksi belum jadi sikap. Bahkan bukan dari Golkar yang akan interpelasi. Kita cuma ingin jangan ada wacana Golkar memprovokasi itu. Biar masyarakat yang menilai," tuturnya.
(fjr/nrl)











































