Sambut Bush, Ba'asyir Siap Debat Terbuka
Jumat, 03 Nov 2006 14:00 WIB
Jakarta - Menyambut kedatangan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor 20 November 2006, Abu Bakar Ba'asyir siap berdebat terbuka. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) siap mempertemukan pemimpinnya tersebut dengan Bush."Kita mengajak debat publik, karena nanti Bush mungkin akan bicara dengan pemuka-pemuka Islam. Kita akan memajukan Ustad Abu Bakar Ba'asyir berdebat dengan Bush," cetus Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Anshori saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/11/2006).Debat publik Ba'asyir-Bush diperlukan untuk menjelaskan posisi Islam sebenarnya terhadap kebijakan global AS. "Kalau tokoh-tokoh (Islam) lain itu tidak cukup representatif," jelas Fauzan.Debat terbuka juga diperlukan bagi kalangan pecinta damai di Indonesia untuk mendengarkan langsung kebijakan luar negeri AS seperti apa. "Itu yang gentle. Jangan hanya Bush bisa bicara, koar-koar, tanpa mengetahui Islam sebenarnya cinta damai," terang Fauzan berapi-api.Posisi MMI sebenarnya menolak kedatangan Bush ke Indonesia. Namun MMI akan menyuarakan penolakan itu secara damai, termasuk dengan ajakan berdebat terbuka seperti diutarakan Fauzan.MMI juga sudah menyiapkan unjuk rasa besar-besaran yang akan dilakukan sebelum dan saat kedatangan Bush. "Kita siap melakukan unjuk rasa, baik ke Kedubes AS di Jakarta maupun di Bogor," tandas Fauzan.
(aba/sss)











































