Tak Ada Kerusakan Rel di Lokasi Kecelakaan KA Parahyangan
Jumat, 03 Nov 2006 11:16 WIB
Jakarta - Penyelidikan yang dilakukan tim investigasi yang dibentuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tidak menemukan kerusakan rel di lokasi kecelakaan KA Parahyangan. Hal ini berarti membantah dugaan sebelumnya bahwa kecelakaan terjadi karena pemuaian rel. KNKT juga belum menemukan unsur sabotase. Hal tersebut disampaikan Ketua KNKT Setyo Raharjo saat ditemui detikcom di Departemen Perhubungan (Dephub), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (3/11/2006)."Kita telah meneliti rel KA 500 meter sebelum KA anjlok dan 100 meter ke depan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan tidak ada kerusakan," kata Setyo. Karena itu, sambung Setyo, tin investigasi ini akan terus melakukan penyelidikan lanjutan. Salah satunya melakukan wawancara dengan masinis, kondektur KA dan saksi-saksi lain yang kompeten. Wawancara tersebut dijadwalkan akan dilakukan hari ini juga."Kita juga akan meneliti gerbong KA tersebut setelah berada di stasiun bengkel Manggarai mengenai ada atau tidaknya kerusakan pada roda dan bagaimana pengoperasiannya. Kalau perlu sampai pada laboratorium," ujar Setyo.Setyo membantah dengan tegas spekulasi sejumlah pihak yang mengatakan ada unsur sabotase dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Rabu (1/11/2006) itu. Menurutnya, penyelidikan tim investigasi yang beranggotakan 7 orang itu tidak menemukan unsur-unsur sabotase. "Tidak ada tanda-tanda sabotase, Kalau pun dikemudian hari ditemukan, akan kita serahkan ke polisi. Biar polisi nanti yang akan melakukan penyelidikan, KNKT hanya membantu. Penyelidikan yang dilakukan tim KNKT ini selesai dalam waktu 1 hingga 3 bulan," ungkap Setyo.
(djo/nrl)











































