Minyak Kayu Putih Cap Lang Dipalsukan

Minyak Kayu Putih Cap Lang Dipalsukan

- detikNews
Jumat, 03 Nov 2006 02:03 WIB
Jakarta - Sebuah pabrik di Jalan Karya Bakti RT 04/11 Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur digerebek petugas. Sebab, pabrik itu diduga sebagai tempat pemalsu minyak obat, salah satunya merek terkenal minyak kayu putih Cap Lang.Dari pabrik tersebut disita tujuh derigen ukuran 20 liter, tiga drum minyak besar, dan puluhan aneka botol pembungkusnya. Selain Cap Lang barang lain yang dipalsukan adalah minyak rambut Urang-Aring merek Fata Wangi produksi Jalak Putih, Minyak gosok cap Tawon produksi PT Jaya Tawon Makasar, dan madu Pulau Sumbawa produksi PT Jalak Sakti Farma.Barang bukti tersebut di antaranya sudah siap jual dan ada juga yang masih berupa bahan kimia. Diantara yang sudah siap jual adalah puluhan dus dari minyak rambut Urang-Aring dan minyak gosok tawon. Menurut keterangan Didi (26) dirinya mengaku sebagai pengoplosnya dan sudah bekerja sejak enam tahun yang lalu. Didi merupakan warga sekitar pabrik tersebut. Selain Didi, juga turut diperiksa Yadi (21) karyawan pengepakannya. Mereka berdua mengaku, hanya sebagai orang suruhan dengan minimal produksi perharinya 20 dus isi 12 lusin tiap-tiap produksi barangnya. "Jadi kita hanya sebagai orang suruhan," kata Yadi. Sedangkan pemilik pabrik, yaitu Sartono hingga kini masih dalam pengejaran Polsek Duren Sawit. Istri Sarsono, yaitu Dahlia, ketika dimintai konfirmasinya tidak tahu menahu bisnis suaminya tersebut. "Namun setahu saya semuanya asli tidak palsu," ujarnya. Hal ini sedikit berbeda dengan keterangan dari Didi yang mengatakan bahwasanya memang terjadi pemalsuan, khususnya untuk yang berminyak dipalsukan dengan bahan utama oli putih dicampur dengan pewangi dan pewarna seperti bahan aslinya. "Kalau madu saya tidak tahu, karena bukan saya yang mengerjakannya" akunya. Dahlia mengaku, usaha suaminya ini sudah berjalan enam tahun, sudah mempunyai izin usaha scara legal, dengan pemasaran ke toko-toko obat kawasan Jabotabek. Menurut keterangan Wakapolsek Duren Sawit, AKP Wiyono mengatakan bahwa pihaknyasudah melakukan pengintaian selama empat bulan di pabrik tersebut untuk mengetahui apakah terjadi pemalsuan atau tidak. "Mereka susah untuk ditembus," tuturnya. Senada dengan Dahlia, Wiyono pun mengatakan bahwa peredaran pemasaran pemalsuantersebut sudah menyebar keseluruh kawasan Jabotabek. "Terlebih dilihat dari lamanya pemasaran," ujarnya. Mengenai berapa keuntungan yang diperoleh atas pemalsuan tersebut, Wiyono belum mengetahuinya. Hingga sekarang ketiga orang tersebut masih diperiksa secara intensif di Kepolisian Polsek Duren Sawit Jakarta Timur. (rmd/ahm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads