Surya Paloh: Wapres Pembantu Presiden Bukan Ban Serep
Kamis, 02 Nov 2006 20:57 WIB
Jakarta - Hubungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan partai pendukungnya tampaknya sedang terganggu. Salah satunya adalah Partai Golkar, yang terus mengkritisi pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) oleh RI 1 ini.Kritik teranyar datang dari Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh. Dia menilai seharusnya wakil presiden layak diajak bicara dalam pembentukan tim tersebut."Peran Wapres Jusuf Kalla membantu tugas presiden bukan sebagai ban serep," kata Surya usai bertemu Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2006).Namun demikian Surya mengatakan, pembentukan tim tersebut merupakan hak dari presiden. Menurut dia, juga merupakan hak presiden jika wapres tidak diajak bicara."Terserah presiden mengartikan fungsi dan peran wapres. Kalau hanya sebagai banserep saja tidak apa-apa tidak perlu diajak bicara," ujar Surya.Menurut Surya, pihaknya tidak mengharapkan terjadi disharmonisasi antara presiden dan wapres. Pasalnya negara ini masih memerlukan harmonisasi hubungan presiden dan wapres sampai akhir masa jabatan. "Namun bila terjadi disharmonisasi tentu yang dirugikan bukan hanya faktor sekeliling orang-orang di dekat presiden dan wapres tapi bangsa," paparnya.Soal keterlanjuran sudah terbentuk tim UKP3R, sehingga membuat disharmonisasi hubungan presiden dan wapres, Surya meminta semua pihak bersikap arif. Untuk itu jalan keluarnya menurut Surya, presiden harus dapat menyelesaikan dengan musyawarah, mufakat dan kembali pada komitmen dasar kita bersama. Surya menegaskan, presiden tidak perlu diingatkan untuk memanggil wapres dalam pembentukan setiap unit kerja karena presiden sudah mengetahuinya.Sementara soal pencabutan dukungan DPD Partai Golkar Lampung terhadap pemerintahan, Surya mengingatkan presiden, bahwa pemerintahan ini bisa berjalan efektif apabila Golkar memberi dukungan. Selain Surya, ada juga Menteri Perindutrian Fahmi Idris dan Menko Kesra AburizalBakrie yang datang ke Istana Wapres secara tertutup untuk memberikan dukungan moril kepada Kalla.
(nik/ahm)











































