Penarikan Brimob di Poso akan Membuat Konflik Baru
Kamis, 02 Nov 2006 20:17 WIB
Jakarta - Usulan penarikan Brimob dari Poso ditolak Polri. Karena Polri yakin ada kelompok yang menginginkan polisi menjauh dari masyarakat di Poso. Penarikan Brimob, salah satunya akan digunakan agar terjadi kembali konflik di Poso."Ini menunjukkan ada kelompok yang menginginkan polisi menjauh dari masyarakat. Ini digunakan agar terjadi lagi konflik," ujar perwira tinggi Mabes Polri yang menolak disebut namanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2/11/2006).Penarikan Brimob di Poso sebelumnya, lanjut perwira ini, pernah dilakukan pada tahun 2000. Saat itu, kisahnya, di Desa Lombugia Sulawesi Tengah pada 1999 ada desakan agar Brimob ditarik. "Waktu itu Kapoldanya Brigjen Pol Zainal Abidin. Tuntutannya agar Brimob dan kapolres ditarik dari Poso," tambahnya.Tuntutan inipun, imbuh dia, dipenuhi oleh kapolda. "Tidak lama setelah itu, kelompok di Desa Lombugia yang mayoritas Kristen habis. Mereka mengungsi ke Tentena," tuturnya.Namun setelah lama berada di Tentena, pemerintah dituding tidak segera mengungkap kejadian di Lombugia. "Mereka kemudian balas menyerang," tandasnya.Karenanya, perwira Polri ini menilai penarikan Brimob tidak akan dilakukan. "Mengingat kejadian yang telah berlalu," katanya.Sementara itu, Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko menambahkan situasi di Poso kian membaik. "Pasukan tidak ditambah karena kondisi memang sudah kondusif," papar dia.
(wiq/ahm)











































