Rumah Pensiunan Pejabat Dirjen Pajak Dirampok

Rumah Pensiunan Pejabat Dirjen Pajak Dirampok

- detikNews
Kamis, 02 Nov 2006 17:11 WIB
Bandung - Aksi perampokan di siang bolong terjadi di Bandung, Jawa Barat. Kali ini rumah pensiunan pejabat Dirjen Pajak bernama Syahrir yang menjadi sasaran.Rumah berukuran besar dan berlantai 2 yang terletak di Jl Magatri RT 4 RW 9, Martanegara, Bandung, didatangi 5 perampok pada Kamis (2/11/2006) sekitar pukul 14.00 WIB.Saat kawanan tersebut datang, hanya ada putri Syahrir bernama Else (29) dan pembantunya Wanti (18).Berdasar penuturan Wanti (18), kawanan tersebut datang dengan menggedor pintu pagar saat dirinya tengah mandi. Ketika dihampiri, di luar pagar telah menunggu 3 perampok, sementara 2 lainnya menunggu di dalam mobil."Saya lagi mandi. Mereka terus bertanya ada siapa di dalam rumah. Mereka mengancam akan memperkosa saya. Saya takut," ujarnya.Setelah dibukakan pintu, ketiga orang ini langsung menyeret Wanti dan membawanya ke lantai 2. Wanti langsung dibawa ke salah satu kamar dan saat itu berpapasan dengan Else yang tengah menelepon.Setelah dimasukkan ke dalam kamar, keduanya tangan Wanti dan Else diikat ke belakang. Mata keduanya pun ditutup dengan lakban hitam.Usai mengikat korban, ketiganya langsung mengobrak-abrik seisi rumah. Tak puas dengan temuannya, Else dan Wanti kemudian diturunkan ke lantai 1 dan didudukkan di sofa."Mereka membawa golok, dan memaksa untuk ditunjukkan letak penyimpanan barang berharga," tutur Wanti.Else kemudian menunjukkan kamar utama, sementara Wanti didiamkan di sofa. Tak lama kemudian Wanti diseret ke kamar mandi di ruang utama.Kawanan ini melancarkan operasinya selama setengah jam. Beruntung Else dan Wanti tidak dilukai oleh para pelaku.Saat ini polisi masih melakukan olah TKP. Barang-barang yang berhasil digondol perampok antara lain televisi 54 inch, handphone, perhiasan, dan uang. Namun belum diketahui jumlah pasti kerugian.Menurut kesaksian tetangga, kawanan ini menggunakan mobil Toyota Kijang berwarna biru. Saat ditanya detikcom, salah seorang tetangga menyatakan pemukiman di kawasan yang terkesan elit ini selalu sepi. (fjr/sss)


Berita Terkait