Akibat Kabut Asap, 40.314 Kursi Penerbangan Batal
Kamis, 02 Nov 2006 16:49 WIB
Jakarta - Kebakaran hutan membawa dampak di berbagai bidang, salah satunya transportasi udara. Sejumlah bandara pun terkena dampak asap, akibatnya terjadi pembatalan penerbangan. Di 3 bandara, 40.314 kursi tercatat batal.Hal itu disampaikan Direktur Angkutan Udara Santoso Edi Wibowo di Departemen Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (2/11/2006)."Sejumlah pernerbangan dibatalkan dengan alasan keselamatan," kata dia.Di Bandara Supadio Pontianak, Kalbar pada H-7 bandara ditutup dan dibuka kembali pada H-6. Saat penutupan itu terdapat sekitar 18 frekuensi penerbangan dan 3.974 tempat duduk yang tidak dimanfatkan atau batal.Di Bandara Sultan Thaha Jambi, pada H-7 hingga H2 dilakukan penutupan. Dalam masa penutupan selama 9 hari itu, kurang lebih 90 frekuensi penerbangan dan 21.114 kursi tidak dimanfaatkan akibat pembatalan penerbangan.Sedangkan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng pada H-7 hingga H+6 bandara masih dinyatakan ditutup. Dalam kurun waktu 15 hari pada masa Lebaran itu sekitar 75 frekuensi penerbangan dan 15.225 tempat duduk tidak termanfaatkan.Extra FlightRealisasi penerbangan tambahan alias extra flight pada masa Lebaran 2006 mulai H-7 hingga H+6 tercatat sebanyak 348. Dengan rincian untuk angkutan udara dalam negeri penambahan penerbangan diberikan untuk 35 rute dengan 297 frekuensi penerbangan tambahan.Sedangkan untuk angkutan udara dalam negeri penambahan penerbangan diberikan pada 15 rute dengan 51 frekuensi penerbangan tambahan."Extra flight sebelum hari Lebaran tercatat 225, termasuk 25 yang internasional," ujar Dirjen Perhubungan Udara M Iksan Tatang.Yang melakukan extra flight antara lain maskapai Sriwijaya Air, Adam Air, Cathay Pasific Airways, Lion Air, dan Garuda Indonesia.Extra flight luar negeri paling banyak adalah untuk rute Hong Kong-Jakarta dengan 18 frekuensi. Peringkat kedua untuk rute Jakarta-Kuala Lumpur dengan 5 frekuensi.Sementara untuk extra flight dalam negeri paling banyak adalah untuk rute Denpasar-Jakarta dengan 31 frekuensi. Disusul Batam-Jakarta dengan 31 frekuensi, Jakarta-Padang dan Jakarta-Yogyakarta masing-masing dengan 23 frekuensi.
(nvt/sss)











































