Bakal Ada Edisi Indonesia, Majalah Seks Terbit di Singapura

Bakal Ada Edisi Indonesia, Majalah Seks Terbit di Singapura

- detikNews
Kamis, 02 Nov 2006 15:15 WIB
Singapura - Untuk pertama kalinya, majalah khusus seks resmi beredar di Singapura. Bahkan majalah ini akan segera terbit pula dalam edisi bahasa Indonesia. Wow!Majalah Love Airways ini merupakan gagasan pakar seks Singapura, Dr Wei Siang Yu yang dikenal dengan sebutan "Dokter Cinta". Penerbitan majalah ini dimaksudkan untuk mengampanyekan pembahasan terbuka mengenai seks di kalangan masyarakat konservatif Singapura.Dr Wei berencana meluncurkan edisi bahasa Indonesia majalah ini pada bulan depan. Dr Wei juga akan mengedarkan majalah ini di India pada kuartal pertama tahun mendatang.Namun meski mengkhususkan pada isu seks, pembaca yang mencari gambar-gambar seronok dan artikel esek-esek dari majalah ini akan gigit jari. Sebabnya, di majalah tersebut, masalah seks dibahas dari sudut perspektif medis.Dalam edisi perdana November ini, Love Airways menampilkan tulisan-tulisan fitur mengenai dua macam operasi vagina. Demikian seperti dilansir Herald Sun, Kamis (2/11/2006).Dalam edisi ini, ada iklan yang mengajak pembaca untuk berpartisipasi dalam kontes merancang vibrator. Mantan ratu kecantikan Singapura yang kini bekerja sebagai dokter hewan juga menyumbangkan artikel mengenai "gaya kawin cekatan" macan."Menurut saya majalah ini menggarap masalah tabu seks dengan sangat baik. Majalah ini memiliki nilai seni dan isu-isu yang dibahas disampaikan dengan keseimbangan antara informasi dan hiburan," ujar seorang wanita Inggris yang telah membaca edisi perdana.Untuk edisi perdana, majalah yang dijual dengan harga eceran 4,50 dolar Singapura atau sekitar Rp 26 ribu ini telah dicetak sebanyak 8 ribu eksemplar.Di Singapura, majalah-majalah seks seperti Playboy dilarang beredar. Namun belakangan, franchise majalah asing seperti FHM dan Maxim yang menampilkan gadis-gadis berbusana minim, telah diizinkan beredar. Padahal sebelumnya, seks dianggap sebagai masalah tabu di negeri Singa itu.Namun belakangan pemerintah mulai mengendurkan batasan-batasan mengenai pembahasan seks. Ini terkait dengan program pemerintah untuk mendongkrak angka kelahiran yang rendah di negara tetangga Indonesia itu. (ita/sss)



Berita Terkait