Didor Petrus
Hansip Cipayung Dimusuhi Preman
Kamis, 02 Nov 2006 14:35 WIB
Jakarta - Timin (32) masih terkulai lemas setelah didor penembak misterius (petrus). Dia menduga peluru yang bersarang di dadanya ditembak preman setempat. Hansip Cipayung itu merasa dirinya memang tidak disukai preman-preman yang biasa nongkrong di wilayahnya."Mungkin mereka dendam dan saya sendiri ngerasa sudah diincar dari kemarin (Rabu 1 November 2006)," tutur Timin saat ditemui detikcom di RSCM, Jakarta, Kamis (2/11/2006).Sambil menahan sakit, Timin mengaku sering menggagalkan tindak kriminal atau memergoki aksi-aksi kejahatan di wilayahnya."Tapi kalau premannya bawa pistol, rakitan atau bukan, menurut saya bukan preman main-mainan lagi," cetus Timin yang juga bekerja sebagai kuli bangunan itu.Meski di mata preman atau pemuda pengangguran, sosok Timin dianggap menyebalkan, para tetangganya tidak menganggap demikian. Buktinya, warga Gang Swasembada, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, itu tidak henti-hentinya dijenguk tetangganya."Pak Timin orang yang baik. Dia sering jaga keamanan. Tapi ya itu, mungkin banyak preman yang nggak suka, jadi pada dendam," kata Ibu Nur, tetangga Timin.Nur mengaku menyaksikan peristiwa penembakan terhadap Timin. "Penembaknya pintar, nembaknya di tempat gelap. Jadi kita tidak bisa memperhatikan dengan jelas mukanya," tutur dia.Saat kejadian, dua pelaku pengendarai sepeda motor Honda Kharisma. Ciri-ciri pelaku, kata Nur, berkulit hitam, rambut cepak, berkaos coklat dan mengenakan celana jeans.Setelah menjalankan aksinya, pelaku langsung kabur diikuti dua temannya yang sudah menunggu di ujung jalan.
(umi/sss)











































