16 DPD Golkar Ancam Tarik Dukungan, PKS Back up SBY
Kamis, 02 Nov 2006 14:18 WIB
Jakarta - 16 DPD Golkar dikabarkan akan menarik dukungan politiknya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun partai pendukung lainnya, PKS, justru meminta SBY tidak mengubris ancaman itu."Kita minta SBY tenang aja. Dia tidak perlu merasa terancam. Yang harus dipikirkan oleh SBY adalah kembali ke koalisi awal untuk mendukung pemerintahan yang bersih dari KKN," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Fahri Hamzah, Kamis (2/11/2006).Fahri lantas menyebutkan bahwa ancaman Golkar merupakan bentuk dari puncak kekecewaan partai itu karena selama pemerintahan SBY tidak mendapatkan apa-apa. "Memang di bawah SBY mereka tidak bisa bermain seperti dulu. Mereka berusaha mendominasi tapi nggak dapat-dapat. Maka dibuatlah skenario untuk menggoyang," ujar dia.Puncak kekecewaan Partai Golkar adalah ketika Presiden SBY tanpa sepengetahuan Wapres Jusuf Kalla membentuk Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R).Menyinggung posisi PKS, Fahri mengatakan sebenarnya PKS juga selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah. Dasar dari evaluasi adalah kontrak politik SBY dengan PKS."Kalau PKS kan bikin kontrak tertulis. Jadi jelas apa yang dievaluasi. Kalau Golkar kan begitu saja nyelonong. Mereka mau evaluasi apa," tanya Fahri Hamzah.Ditanya soal kemungkinan Jusuf Kalla akan menjadi calon presiden dari Golkar pada 2009, Fahri justru melihat peluang besar ada pada SBY. "SBY harus percaya diri karena lebih berpeluang daripada JK. Kalau SBY gagal, JK juga gagal. Tapi kalau SBY sukses belum tentu JK akan mendapat cipratan citra sukses," terang aktivis yang turut melengserkan Presiden Soeharto itu.
(san/nrl)











































