Dua Pengendara Motor Tembak Hansip Cipayung
Kamis, 02 Nov 2006 11:39 WIB
Jakarta - Sungguh sial nasib Timin (32). Gara-gara menegur dua pengendara sepeda motor yang mondar-mandir, dia ditembak membabi-buta. Timin pun tersungkur bersimbah darah.Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/11/2006) sekitar pukul 20.00 WIB, di Jl Rukun, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Saat itu, Timin yang sehari-hari berprofesi sebagai petugas Hansip baru pulang dari masjid usai menunaikan salat isya. Di tengah jalan menuju rumahnya, dia melihat dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Dua orang tersebut mondar-mandir dengan menumpang sepeda motor.Instingnya sebagai seorang tenaga keamanan pun bergerak. Dia kemudian mendekati kedua orang tersebut untuk menanyakan maksud dan tujuannya. Namun sial, bukan jawaban baik-baik yang diterimanya. Tanpa banyak bicara, kedua orang tersebut mencabut senjata api dan menembak Timin. Timin mengalami luka di tangan kanan dan tembus ke dadanya."Dia langsung dilarikan ke RSCM. Malam itu juga dilangsung dioperasi dan dokter berhasil mengeluarkan peluru dari dadanya. Namun belum ada kabar apakah dia sudah siuman atau belum," kata Waka Polsek Cipayung, Iptu Joel Sitorus kepada detikcom di kantornya, Jl Hankam Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (2/11/2006).Menurut Joel, polisi sampai saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Menurut keterangan sejumlah saksi, pelaku diduga menggunakan senjata rakitan karena panjangnya sekitar 30 cm."Sampai sekarang belum ada perkembangan apa-apa, karena pada malam itu tidak ada saksi mata yang melihat nomor polisi kendaraan pelaku. Kita juga belum tahu motif sesungguhnya di balik peristiwa ini," ujar Joel.
(djo/nrl)











































