Dilaporkan ke Polda, Sekjen Komnas PA Merasa Prihatin

Dilaporkan ke Polda, Sekjen Komnas PA Merasa Prihatin

- detikNews
Kamis, 02 Nov 2006 07:00 WIB
Jakarta - Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh orang tua Sinta Bela, bocah kelas 3 SD yang lumpuh akibat suntikan imunisasi tetanus, Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengaku prihatin."Saya prihatin ternyata upaya bantuan yang kita lakukan justru jadi begini," ujar Arist ketika dihubungi detikcom, Kamis (2/11/2006).Meski begitu sebagai pihak yang dilaporkan Arist akan mematuhi segala proses hukum yang ada. "Jika dipanggil, sebagai warga negara yang baik saya akan datang memenuhi panggilan," kata Arist.Dijelaskan Arist, dirinya sama sekali tidak pernah berniat untuk mencemarkan nama baik apalagi sampai memfitnah orang tua Sinta Bela melalui pernyataannya di media massa.Pernyataan yang dilontarkannya itu karena dia merasa heran atas keputusan orang tua Sinta Bela yang menolak bantuan kursi roda dari dinas Kesehatan Bekasi dan pengobatan di RS Hasan Sadikin Bandung."Kami sudah memperjuangkan anak itu untuk mendapat pengobatan, tapi pada saat hendak diberikan bantuan kedua orang tuanya tiba-tiba menolak, alasannya mereka trauma karena pernah ditolak pihak rumah sakit," tutur Arist.Dia juga membantah jika menuding secara personal terhadap pihak-pihak tertentu melalui pernyataannya. "Keputusan mereka menolak bantuan itu karena saya menduga ada pihak luar yang mempengaruhi," ungkap Arist.Meski dilaporkan, Arist mengaku siap mengahadapi proses hukum dan tidak akan berupaya menemui kedua orang tua Sinta. "Nanti kalau saya ketemu mereka dikira mau mengintimidasi. Ikuti saja proses hukum yang ada," tandasnya. (bal/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait