Survei IFES: Pilkada Aceh Rawan Kekerasan

Survei IFES: Pilkada Aceh Rawan Kekerasan

- detikNews
Rabu, 01 Nov 2006 23:29 WIB
Banda Aceh - Kekerasan dikhawatirkan akan mewarnai proses Pilkada di Aceh pada Desember mendatang. Kekerasan yang muncul ditimbulkan oleh beberapa sebab, seperti oleh para pendukung calon dari partai, mantan GAM, kelompok anti separatis dan dari aparat keamanan.Demikian survei yang dilakukan Internasional For Election Foundation Sistem (IFES) bekerjasama dengan United States Agency For Internasional Development (USAID) pada bulan September-Oktober di seluruh Aceh."Dari survei yang dilakukan pada pertengahan September-Oktober 2006, sebanyak 55 persen masyarakat mengaku khawatir terhadap pelaksanaan pilkada," terang Manajer Riset IFES, Rakesh Sharma kepada wartawan dalam komprensi pers, Rabu (1/11/2006) di Media Center Komisi Independen Pemilihan (KIP) NAD.Kekhawatiran warga, kekerasan yang timbul akan berbeda dengan kekerasan yang terjadi pada masa konflik. Dari hasil survei ditemukan, kekerasan tersebut datang dari kelompok pendukung partai sebanyak 65 persen, kelompok anti separatis 27 persen, aparat keamanan 14 persen dan mantan GAM 9 persen.Disebutkan Rakesh, potensi kekerasan paling parah terjadi di Aceh Tengah, Gayo Luwes dan Aceh Barat Daya. "Untuk menghindari kekerasan pada pelaksanaan Pilkada mendatang KIP harus lebih keras lagi melakukan sosialisasi terhadap aturan dan mekanisme pelaksanaan pilkada agar masyarakat lebih memahami makna dari pilkada itu sendiri," tambahnya.Sementara itu Ketua Pokja Pengawasan KIP Aceh Ikhwanusufa menyebutkan, sejumlah titik rawan dalam pilkada mendatang diperkirakan akan mulai terjadi dari tahap pelaksanaan kampanye dan pada saat proses perhitungan suara. Untuk mengantisipasi hal tersebut KIP telah membuat sejumlah aturan untuk dijadikan pedoman agar pilkada Aceh dapat berlangsung sukses termasuk akan meningkatkan kegiatan sosialisasi Pilkada kepada masyarakat.Dalam prediksi KIP NAD, beberapa daerah yang rawan terjadi kekerasan dalam Pilkada mendatang adalah Kabupaten Aceh Timur, Bireuen, Pidie, Aceh Utara dan Kabupaten Benar Meriah. "Khusus di Benar Meriah kelompok perlawanan separatis masih sangat kuat disana," tandasnya. (ray/bal)


Berita Terkait