Danny Ungkap Isi Pertemuan Rahasia dengan Eka Santosa Cs

Kavlinggate

Danny Ungkap Isi Pertemuan Rahasia dengan Eka Santosa Cs

- detikNews
Rabu, 01 Nov 2006 14:55 WIB
Bandung - Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan bersikukuh yang bertangung jawab atas alokasi dana kavling di pos 214 adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat. Masing-masing setiap anggota dewan memperoleh Rp 250 juta.Dalam kesaksian di Pengadilan Negeri Bandung, Danny mengungkapkan pertemuannya dengan Eka Santosa dan pimpinan DPRD lainnya beberapa minggu sebelum pengesahan APBD 2001. Pada waktu itu, dirinya dan Biro Keuangan diundang oleh pimpinan dewan di gedung DPRD. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh ketua dan 3 wakil ketua DPRD, ketua komisi dan ketua fraksi."Dewan mengusulkan adanya alokasi anggaran untuk peningkatan kinerja dewan dalam APBD 2001. Saat pertemuan tersebut terjadi, kami sudah menyampaikan nota APBD. Dalam nota APBD tidak ada alokasi dana untuk itu," ujar Danny.Danny mengakui, dirinya yang mengusulkan adanya pemberian kavling, namun berupa lahan-lahan untuk anggota dewan dengan pertimbangan hal itu diberikan untuk reward di masa akhir jabatan dewan tahun 2004. Usul ditolak dewan dan anggota dewan memilih anggaran diberikan dalam bentuk cair. Mengenai anggaran yang dialokasikan untuk dana tidak tersangka, Danny mengaku hal itu inisiatif dewan. Apalagi pos 214 itu bukan pos eksekutif, tetapi pos diperuntukkan kejadian lain, hanya kontrolnya dilakukan oleh eksekutif.Danny mengaku dirinya tidak setuju dana kavling ditempatkan di pos 214, karena seharusnya dana tersebut dimasukkan di pos 212, pos anggaran dewan. Namun dewan menolak usulan Danny ini. Namun keterangan Danny Setiawan dibantah oleh Eka. Menurut Eka, pertemuan di gedung dewan atas inisiatif Danny selaku Sekda dan Biro Keuangan.Sementara itu, usai sidang terjadi kejar-kejaran antara wartawan dengan Danny Setiawan. Saat keluar PN Bandung, Danny keluar lewat pintu samping dengan pengawalan ketat, belasan pamdal dan aparat kepolisian mengawal Danny dari ruang sidang hingga menuju mobilnya.Wartawan yang mengejar tidak bisa mendekat, meski sudah berteriak agar Danny memberikan keterangan. Danny tetap bergeming, Bahkan salah atau wartawan elektronik kena sikut keras ajudan. (jon/nrl)


Berita Terkait