UKP3R Bukti SBY Gagal Mereformasi Birokrasi
Rabu, 01 Nov 2006 12:33 WIB
Jakarta - Pembentukan tim Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) sebagai bukti kegagalan Presiden SBY dalam merealisasikan janjinya untuk mereformasi birokrasi, serta mengefektifkan anggaran. SBY dinilai panik karena tidak bisa mengendalikan menterinya dalam mencapai target yang diharapkan. "Presiden tidak konsisten terhadap janjinya yang akan mereformasi birokrasi, mengefektifkan birokrasi dan mengurangi pemborosan. Ini justru memperpanjang jaringan birokrasi," kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI Tjahjo Kumolo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11/2006).Menurut Tjahjo, pembentukan tim ini akan menjadi tumpang tindih dengan tugas departemen lainnya. Tugas yang seharusnya ditangani menteri, menteri koordinator atau wakil presiden akan diambil alih oleh tim tersebut. "Laporannya nanti akan tumpang tindih di lapangan, dan akan menimbulkan problema baru, serta egoisme sektoral semakin tinggi," tandas Tjahjo. Tjahjo mengakui, pembentukan tim tersebut merupakan hak prerogatif presiden, karenannya sah-sah saja dilakukan. Namun menurutnya, langkah SBY tersebut dianggap tidak tepat, apalagi dilakukan tanpa koordinasi dengan Wapres Jusuf Kalla.UKP3R Bukti Ketidakharmonisan SBY-JKPolitisi PDIP ini menilai, pernyataan Wapres Jusuf Kalla di sejumlah media massa yang mengaku tidak diajak bicara Presiden SBY dalam pembentukan tim tersebut sebagai bukti tidak harmonisnya hubungan keduanya selama ini. Seharusnya, bila tidak ada masalah, JK tinggal bicara dengan SBY bukan melontarkannya ke media massa. "Ini membuktikan adanya hubungan tidak harmonis antara Presiden dan Wapres. Kenapa harus dipertanyakan ke media? Kenapa tidak langsung ke Presiden?" tandas Tjahjo.Tjahjo juga menyayangkan sikap JK ini, sebab kedua pemimpin seharusnya berupaya keras memenuhi janji untuk menyejahterakan rakyat. "Ketidakharmonisan ini akan semakin merugikan masyarakat luas. Ini sangat kita sesalkan, karena janji-jani kampanye banyak yang belum terealisasikan," imbuhnya.
(zal/jon)











































