RI Dekati Cina-Rusia Beli Peralatan Militer
Rabu, 01 Nov 2006 12:12 WIB
Jakarta - Biaya murah, teknologi canggih dan tidak ada ancaman embargo. Itulah yang menjadi alasan Departemen Pertahanan (Dephan) melakukan pendekatan dengan Cina dan Rusia dalam pengadaan peralatan militer."Ini kita lakukan sesuai dengan politik bebas aktif. Kita melakukan pengadaan senjata secara bebas. Kalau kita bisa produksi sendiri, ya kita utamakan. Namun untuk mencari harga yang lebih murah kita tetap bandingkan dengan Italia, Jerman, Perancis termasuk tawaran paket keuangan dari bank-bank mereka," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.Hal ini disampaikan Juwono usai acara halal bihalal di gedung Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2006).Hingga kini, menurut dia, sumber logistik TNI AL ada 14 negara, TNI AU ada 11 negara dan TNI AD 11 negara."Kita ingin supaya ada perimbangan sumber negara logistik itu didatangkan dikaitkan dengan kepentingan nasional," ujar Juwono.
(aan/nrl)











































