Hikam Balik Arah Dukung Cak Imin

Hikam Balik Arah Dukung Cak Imin

- detikNews
Rabu, 01 Nov 2006 12:10 WIB
Jakarta - Keputusan MA yang memenangkan PKB kubu Muhaimin Iskandar membuat orang yang berseberangan dengan PKB Muhaimin mulai melirik kembali PKB hasil muktamar Semarang itu. Apalagi rencana recall mulai digulirkan kubu Muhaimin.Salah satu politisi yang siap berbalik arah adalah Wakil Ketua DPP PKB hasil muktamar Surabaya (kubu Choirul Anam), AS Hikam, yang sebelumnya menentang kubu Muhaimin. "Setelah Cak Anam melaporkan partai baru ya nggak mungkin lagi ada peninjaun kembali (PK). Ya saya memutuskan membesarkan kembali PKB karena tidak mungkin saya keluar dari PKB," kata AS Hikam kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11/2006).Menurut dia, dalam politik konflik wajar saja. Oleh karena itu setiap perbedaan harus disikapi dengan dewasa. Recalling dinilai tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru sebaliknya memperuncing konflik."Saya tidak tahu apa alasannya kalau saya di-recall. Saya juga tidak pernah diberi tembusan. Tiba-tiba mendapat surat peringatan ketiga, yang kesatu dan kedua mana?" tambah Hikam.Menurut dia jika alasan recalling karena mbalelo, dirinya menilai yang dilakukan selama ini masih wajar saja dalam sebuah partai yang tengah ada konflik. Oleh karena itu jika recalling dilakukan maka dia akan membawa masalah ini ke pengadilan karena sebelum di- recall yang bersangkutan harus dipecat dari keanggotaannya di PKB."Tidak mudah dalam recall me-recall ini. Harus dipecat dulu dari PKB. Kalau saya dipecat landasannya apa. Kalau tidak sesuai AD/ART ya saya akan membawa ke pengadilan," kata Hikam.Menurutnya, hukuman yang diterima ini semata-mata karena ada orang tertentu di pucuk pimpinan PKB yang tidak suka dengan dirinya karena jika memang fair seharusnya orang seperti KH Abdullah Faqih dan KH Abdurrahman Khudori juga harus dipecat dari PKB."Ini karena ada sentimen personal yang membawa institusi. Kalau mau adil jangan hanya saya tapi Mbah Faqih dan Mbah Dur juga dipecat," ujar mantan peneliti LIPI ini.Ketika didesak apakah dirinya mau meneguhkan komitmen secara tertulis untuk mengakui hasil muktamar Semarang, Hikam menegaskan dirinya siap untuk melakukan hal itu jika diminta. "Saya siap asal jangan di koran," tegasnya. Hikam meminta kepada SBY untuk tidak mudah menyetujui recalling, karena jika hal itu dilakukan akan menghambat proses demokratisasi di Indonesia.PK Omong KosongMenurut Hikam, upaya peninjauan kembali (PK) yang dilakukan Choirul Anam sudah tidak lagi bermanfaat karena Anam sudah membuat partai baru. Hal ini menjadi titik akhir dari konflik di PKB. "PK yang akan dilakukan Anam itu omong kosong karena dia sudah bikin partai baru. Ya sudah selesai," jelas dia.AS Hikam sendiri mengaku tidak diajak bicara soal pembentukan partai baru itu. Oleh karena itu dia memutuskan untuk menolak bergabung jika ada partai baru tersebut. Hal itu sudah dikonsultasikan ke kiai Langitan dan mereka bisa memahami. (san/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads