Bush Ingatkan Korut Sanksi DK PBB Masih Berlaku
Rabu, 01 Nov 2006 01:30 WIB
Jakarta - Keputusan Korea Utara (Korut) untuk kembali ke meja perundingan tidak serta merta menghapus sanksi DK PBB. Presiden Amerika Serikat George W Bush mengingatkan sanksi tersebut tetap ada sampai DK PBB mencabutnya."Kami akan mengirim tim kesana untuk bekerja dengan rekan kami dan memastikan bahwa resolusi PBB benar-benar diterapkan disana," ujar Bush seperti yang dikutip AFP, Rabu (1/11/2006).Bush menambahkan sanksi ekonomi yang termaktub dalam resolusi nomor 1718 tersebut akan tetap berlaku dan diterapkan. Resolusi baru bisa dicabut melalui sidang DK PBB.Namun, Bush tetap menyambut baik kesediaan Korut kembali ke meja perundingan. Ia menyebut hal tersebut sebagai suatu kemajuan sebagai bagian untuk mempertahankan nama baik pemerintahannya menangani krisis nuklir di dunia.Sementara itu, Rusia memilih bersikap hati-hati terhadap keputusan mengejutkan dari Korut tersebut."Informasi ini masih belum lengkap karena hanya 3 pihak (Cina, AS, Korut) yang terlibat dalam keputusan pembukaan kembali dialog," ujar Deputi Menlu Rusia Alexander AlexeyevSerupa dengan AS, walau bersikap hati-hati Rusia menyambut baik bila memang benar ternyata Korut bersedia kembali ke meja perundingan. Jubir Deplu Rusia Mikhail Kamynin menyatakan kesiapan Rusia membantu proses pelucutan senjata nuklir di Korut.
(gah/ndr)











































