Coba Kabur, 3 Penodong Penumpang Taksi Ditembak
Selasa, 31 Okt 2006 23:38 WIB
Jakarta - 3 Pemuda harus terkapar di RS Polri Kramat Jati akibat kaki mereka tertembus timah panas. Tembakan itu didapat komplotan penodong penumpang taksi karena mereka berupaya melarikan diri dari kejaran polisi.Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Prasetyo Utomo di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (31/10/2006).3 Pria penodong itu adalah Machmudi Aimulyakim (25), Tohik Tobillah alias Tompel (26), Toni Setiawan alias Tomi (26). Sementara itu dua anggota komplotan lain berinisial Ar dan Fr berhasil lolos."Komplotan ini telah beraksi 3 kali," ujar Prasetyo.Dibeberkan dia, aksi pertama dilakukan pada Minggu 17 September di Jl Sabang, Menteng. Aksi kedua pada Jumat 29 September di Jl Imam Bonjol Menteng. Dan Aksi ketiga pada Rabu 18 Oktober di Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat dengan korban bernama Lita Sylvia (26).Adapun modus operandi yang dilakukan adalah ketika taksi mulai melaju dengan membawa penumpang, 4 orang yang menaiki 2 sepeda motor mengikuti. Di tempat sepi, tiba-tiba sopir taksi menghentikan kendaraannya."Saat berhenti, sopirnya, yaitu si Tompel bilang kalau dia mau ke luar sebentar karena sepatunya licin. Saat itulah 2 orang lainnya masuk dan menguras habis harta penumpang," terang Prasetyo.Biasanya komplotan ini meminta ATM korban, lalu korban digiring hingga ATM terdekat. Ini dilakukan agar korban tidak menipu nomor pin yang telah diberikannya. Setelah itu HP korban juga diambil, namun sim cardnya dikembalikan terlebih dahulu."Korban benar-benar dikuras sampai habis," lanjut Prasetijo.Awalnya, Machmudi, Tompel, dan Tomi ditangkap di daerah Cikini. Penangkapan dilakukan pada 30 Oktober Malam pukul 23.30 WIB dengan lancar. Dari keterangan 3 orang itu, polisi mengejar tersangka Ar di sebuah diskotek di Menteng. Saat itulah Tompel mencoba kabur, setelah dilepas tembakan peringatan sebanyak 2 kali, paha kiri pria itu pun ditembak.Sedangkan Tomi mencoba kabur saat akan menunjukkan tempat tersagka Fr biasa nongkrong. Paha kanan dia pun tak luput dari tembakan polisi.Tidak gentar dengan yang dialami rekannya, Machmudi berusaha kabur saat kan menunjukkan mobil taksi yang biasa digunakannya. Peluru pun menembus paha kirinya.Taksi Dian bernomor polisi B 1628 IE kini diamankan polisi. Disita pula motor Kawasaki Blitz B 6030 FAP, pisau stainlees, dan obeng bergagang kuning.
(nvt/ndr)











































