PKL Lapangan Urip Tak Kapok Jualan Lagi, Siap Uber-uberan

PKL Lapangan Urip Tak Kapok Jualan Lagi, Siap Uber-uberan

- detikNews
Selasa, 31 Okt 2006 17:50 WIB
Jakarta - Meski terus dirazia, para pedagang kali lima (PKL) di sekitar Lapangan Urip Sumoharjo, Jatinegara, Jakarta Timur, pantang mundur. Mereka siap balik lagi untuk berjualan walau harus kucing-kucingan dengan petugas.Salah seorang pedagang, Oji (32) mengaku sudah berjualan di lokasi yang kerap digaruk petugas sejak 10 tahun lalu. Saat Operasi Penegakan Perda 11/1988 digelar Satpol PP dan Dinas Trantib Kodya Jaktim 4 hari berturut-turut, Oji mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.Apalagi saat petugas mengangkut lapaknya dan membawa barang dagangannya. Dia mengaku pasrah dan kebal, sebab kejadian ini pertama kali menimpanya. Sebelumnya dia dan ribuan PKL lain di kawasan itu sudah sering kena razia."Sebelum Lebaran juga sudah sering Mas, hampir tiap bulan kita di razia," ungkap Oji saat ditemui detikcom di tempat jualannya, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (31/10/2006).Karena itu dia mengaku tidak kapok berjualan lagi di lokasi yang dekat dengan kawasan prostitusi Gunung Antang, Jatinegara."Habis di sini kita cari makan, karena urusan perut meski harus uber-uberan atau kucing-kucingan nggak apa-apa," ungkap Oji.Oji mengaku akibat razia yang dilakukan sejak Sabtu hingga Selasa, dia mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Penghasilannya dari menjual HP dan charger sekitar Rp 600 ribu/bulan.Niat yang sama juga disampaikan kawan Oji, Indra (45). Indra yang berjualan HP dan charnger mengatakan akan tetap berjualan di jalan tersebut sampai pemerintah kota memberikan solusi yang terbaik baginya dan ribuan temannya yang berjualan di sepanjang jalan itu hingga ke Stasiun Jatinegara."Pokoknya urusan perut kita tetap bertahan di sini. Selama pemerintah nggak pikirin perut kita, kita akan tetap bertahan, kecuali kalau pemerintah mau kasih kita lahan yang cocok buat kita," kata Indra.Saat ini meski sudah ada razia, masih melihat puluhan PKL yang menggelar dagangannya di atas koran atau karpet kecil di sepanjang trotoar dekat jembatan KA.Ketika operasi penertiban, pedagang pasrah sebab jumlah personel yang melakukan penertiban lebih banyak dari jumlah pedagang yang ada. (umi/sss)


Berita Terkait