Tony Yusuf:
Ide Bunuh Naek dari Ibu Lidya
Selasa, 31 Okt 2006 17:05 WIB
Jakarta - Paman artis Lidya Pratiwi, Tony Yusuf mengaku tidak ada rencana membunuh Naek Gonggom Hutagalung, tapi hanya melakukan penyanderaan dan pemerasan harta Naek. Pembunuhan Naek dilakukan atas permintaan Vince Yusuf, ibu Lidya."Tidak pernah sama sekali ada perundingan pembunuhan. Saya tidak pernah berniat membunuh korban. Saya hanya ingin memiliki uangnya," ungkap Tony Yusuf dalam kesaksiannya di persidangan dengan terdakwa Lidya Pratiwi dan Sukardi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jl Danau Sunter, Jakarta Utara, Selasa (31/10/2006).Tony menuturkan, pembicaraan rencana penyanderaan terhadap Naek dilakukan di rumahnya di Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD). Nama Naek diusulkan untuk diperas oleh Vince Yusuf, ibu Lidya.Pembicaraan itu dilakukan keduanya di bagian belakang rumahnya itu. Sementara Lidya tidak ikut dan hanya menunggu di ruang tamu.Tony juga mengungkapkan, ide pembunuhan terhadap Naek terjadi setelah dirinya menerima telepon dua kali dari Vince."Saya ditelepon Ibu Vince, disuruh menghabisi Naek. Pada telepon pertama saya masih berpikir, lalu saya merokok dua batang rokok kretek. Pada telepon kedua, barulah saya tanpa pikir lagi ingin membunuh Naek," tutur Tony.Mengenai isi dua telepon yang disampaikan Vince pun diceritakan Tony. "Saya sempat ditakut-takuti ibu Vince, karir Lidya akan hancur kalau kasus ini terbongkar," ujarnya di hadapan majelis hakim.Setelah itulah Tony dan Sukardi menghabisi nyawa Naek di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, pada 28 April 2006. Sementara Vince sudah mengambil uang milik Naek di ATM Bank Mandiri senilai Rp 23 juta.Uang itu dibagi keduanya, sementara Sukardi diberi Rp 2 juta. "Saya gunakan uang itu untuk membayar utang saya. Separuhnya untuk membayar bunga pinjaman saya," urai Tony.Usai mendengarkan keterangan para saksi tersebut, majelis hakim yang dipimpin oleh Karel Tuppu menutup sidang. Sidang akan dilanjutkan pada 7 November 2006 dengan agenda yang sama, masih mendengarkan keterangan para saksi.Sementara di luar persidangan pengacara Lidya, Najab Khan mengatakan, keterangan Tony menegaskan bahwa kliennya tidak bermasalah. "Jadi Lidya dikorbankan Tony dan ibunya. Tadi Tony menyebutkan rencana pembunuhan dilakukan tanpa dihadiri Lidya," jelas Najab.
(zal/sss)











































