Politisi DPR Gerilya Geser Agung Laksono
Selasa, 31 Okt 2006 11:30 WIB
Jakarta - Meski Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah reses hingga pertengahan bulan November 2006, sejumlah anggota dewan bergerilya untuk mengeser Agung Laksono dari posisinya sebagai ketua DPR.Upaya menggeser Agung ini semakin kuat setelah Agung dinilai lemah dalam kepemimpinan dan banyak kasus yang melilitnya. Agung dinilai tidak layak menjadi ketua DPR dan harus ada kocok ulang pimpinan DPR."Kepemimpinan Agung lemah. Jauh berbeda dengan kepemimpinan terdahulu, sewaktu DPR dipimpin Akbar Tandjung," kata anggota Fraksi Partai Golkar Akil Mochtar yang satu partai dengan Agung.Pernyataan senada juga diungkapkan Sekretaris Fraksi PPP Lukman Hakiem. Menurutnya, wacana kocok ulang pimpinan DPR tengah didorong sejumlah anggota dewan karena kepemimpinan Agung saat ini lemah dan banyak masalah yang melilitnya. seperti penyalahgunaan voucher pendidikan beberapa waktu lalu.Informasi yang dikumpulkan detikcom dari sejumlah anggota dewan, Selasa (31/10/2006), wacana kocok ulang saat ini sudah bergulir kencang di DPR."Hampir seluruh fraksi besar di DPR sudah setuju. Bahkan Golkar sudah tidak masalah bila Agung digeser. Fraksi PDIP, Fraksi Partai Demokrat, FPPP, FPAN sudah oke. Tinggal mekanisme pergantian pimpinan saja yang masih akan dimatangkan," ujar salah seorang anggota dewan.Maklum saja, untuk mengganti pimpinan dewan tidak mudah. Selama ini ketua dan wakil ketua DPR selalu dipilih langsung. Belum pernah terjadi kocok ulang pimpinan dewan di tengah jalan."Wacana kocok ulang ini sudah disampaikan ke Jusuf Kalla, Hadi Utomo dan Megawati. Mereka semua sudah oke, tidak ada masalah," ujar politisi tersebut.Kepemimpinan Agung menuai kecaman. Seperti pemborosan anggaran hingga sejumlah kasus yang melilitnya. Kasus terakhir, Agung dipersoalkan oleh sejumlah anggota dewan saat menggelar acara safari ramadan keliling Pulau Jawa. Sebelumnya, ia pernah dikritik terkait pembangunan pintu gerbang DPR, pagar, lift sampai ke soal kepemilikan saham di maskapai penerbangan Adam Air.
(jon/sss)











































