6 Provokator Sempat Susupi Unjuk Rasa di Poso

6 Provokator Sempat Susupi Unjuk Rasa di Poso

- detikNews
Selasa, 31 Okt 2006 08:56 WIB
Poso - Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengungkapkan sempat terjadi provokasi saat berlangsung unjuk rasa mendesak Brimob yang di-BKO-kan segera meninggalkan Poso. Provokasi dilakukan 6 orang dengan melempar petasan ke arah pasukan Brimob.Usai melakukan aksinya, ke-6 orang yang memakai tutup kepala tersebut melarikan diri ke arah kerumuman massa. "Dari salah satu gedung, ke-6 orang tersebut lari berteriak bahwa Brimob menyerang tapi masyarakat tidak terprovokasi," imbuh Anton saat dihubungi detikcom Selasa (31/10/2006).Anton menambahkan bahwa pada hari yang sama aksi serupa juga terjadi di depan gereja Exclesia di saat 2 orang yang mengendarai sepeda motor melemparkan petasan."Tujuannya ya memprovokasi massa dan reaksi Brimob. Tapi kita sudah beritahu Brimob agar tidak terpancing," tandasnya.Dia menjelaskan, kedatangan Brimob ke Poso adalah dalam rangka tugas kemanusiaaan sebagai panggilan tugas dan ibadahnya. Selain itu Brimob datang untuk meminimalisir ruang gerak pelaku teror dan untuk memberikan rasa aman untuk masyarakat.Hal tersebut dikatakan dia untuk menanggapi unjuk rasa di gedung DPRD Poso kemarin. Menurut Anton dalam unjuk rasa tersebut, para pelaku unjuk rasa meminta agar Brimob BKO meninggalkan Poso.Selain itu para demonstran juga menyatakan apabila Brimob memberi salam jangan dijawab, dan apabila Brimob tersenyum jangan berikan senyum kembali. Mereka juga meminta agar masyarakat tidak memberi makan brimob dan tidak boleh menjual barang kepada Brimob."Padahal memberi salam adalah ibadah, sebaiknya kita ikuti ajaran Rasulullah. Senyum juga ibadah. Selanjutnya tamu yang datang harus dimuliakan jangan disia-siakan," jelas dia.Walau begitu Anton atas nama Polri mengucapkan terima kasih kepada warga yang melakukan unjuk rasa secara damai dan tidak anarkis merusak fasilitas."Walau mereka memprotes kehadiran Brimob namun mereka tidak terporovokasi sekelompok orang yang mencoba memprovokasi massa," kata Anton. (krs/fjr)


Berita Terkait