Delay Jadwal Penerbangan Paling Banyak Dikeluhkan
Senin, 30 Okt 2006 22:04 WIB
Jakarta - Konsumen banyak mengeluhkan pelayanan penerbangan di musim mudik lebaran tahun ini. Penerbangan yang delay terutama menjelang lebaran adalah keluhan yang paling banyak disampaikan ke YLKI."Banyak yang delay itu karena kabut asap," ujar Dirjen Perhubungan Udara M Iksan Tatang, di Kantor Departemen Perhubungan, Jl Medan MerdekaTatang menyayangkan informasi berapa lama delay tidak disampaikan secara jelas oleh perusahaan penerbangan kepada penumpang. "Selain itu mereka juga banyak mengeluhkan mahalnya tarif," ungkapnya.Menurut dia keluhan itu dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tarif batas atas. Dicontohkan dia, pesawat dengan rute Jakarta-Surabaya tarif biasanya adalah Rp 300 ribu. Pada masa angkutan lebaran sebesar Rp 750 ribu. Tarif ini tentu saja membuat konsumen kaget."Sebetulnya itu masih dalam koridor. Kalau melampaui batas atas ya kita tegur. Kalau harga dimaksimalkan memang iya," imbuhnya.Diungkapkannya, banyak travel biro maupun counter tiket yang tidak memasang daftar harga. "Jadi mereka beraninya menulis harga maksimal hanya di tiket. Mungkin biar calon penumpang tidak takut," ujarnya sambil tertawa.Dia menghimbau agar pihak maskapai tidak menyetujui tiket lebih dari kapasitas untuk mengurangi keributan pada saat kebeangkatan akibat over booking. "Saat low season tidak apa-apa over booking, tapi kalau peak season itu berbahaya. Yang melakukan over booking itu biasanya travel biro," ungkapnya lagi.Ditambahkan dia, pengecekan identitas seharusnya selalu dilakukan, dan untuk itu masyarakat tidak emosional jika diminta identitasnya pada saat check in. Tatang juga mengimbau jika ada pelanggaran di lapangan untuk segera dilaporkan ke Departemen Perhubungan. Jika data dan bukti lengkap, maka kasus dapat diproses dengan segera.
(nvt/fjr)











































