Cina Dukung Kawasan Bebas Nuklir Asia Tenggara
Senin, 30 Okt 2006 20:26 WIB
Nanning -
Pemerintah Cina mendukung upaya Asean untuk membentuk kawasan bebas nuklir Asia Tenggara. Sementara Asean juga mendukung kerja sama dalam penegakan hukum, termasuk memerangi tindak pidana korupsi.Demikian sebagian butir pernyataan bersama para kepala pemerintahan/negara Asean dengan Perdana Menteri (PM) Cina Jiabao yang diteken secara bersama dalam KTT dalam Rangka Peringatan Hubungan Cina-Asean ke-15 di Multifunctional Hall, International Conference Center (ICC) lantai 2, Hotel Liyuan, Kota Nanning, Cina, Senin (30/10/2006).Dalam bidang politik, Asean berkomitmen memelihara kunjungan-kunjungan tingkat tinggi, meningkatkan kerja sama dan membagi informasi tentang isu-isu keamanan non tradisional, mendukung kerja sama dalam penegakan hukum, termasuk memberantas aksi kriminalitas dan korupsi.Selain itu juga mendorong program pertukaran pejabat pertahanan dan keamanan serta mendukung kerja bersama dalam memelihara keamanan maritim regional.Pada pernyataan bersama di bagian lain, Cina mendukung dan menyambut baik upaya Asean untuk membuat kawasan bebas nuklir Asia tenggara. Asean menghargai maksud baik Cina untuk terlibat dalam upaya masalah ini dan akan melakukan komunikasi dalam masalah ini.Sementara dalam bidang kerja sama regional dan internasional, Asean setuju untuk melanjutkan konsultasi lebih jauh dalam forum-forum sub regional, regional, dan internasional.Asean juga memastikan akan mendirikan Komunitas Asia Timur sebagai tujuan jangka panjang.Sedangkan Cina mendukung peranan Asean sebagai pemegang kendali dalam proses-proses regional, seperti Asean Regional Forum, Asean Plus Three dan East Asia Summit.Asean yakin bahwa stabilitas, pembangunan dan kemakmuran Cina akan berkontribusi untuk perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan regional. Asean juga kembali memastikan mendukung One-China Policy.Pernyataan bersama ini diteken oleh para kepala pemerintahan/negara Asean dan PM Cina Jiabao sebelum KTT ini ditutup. Dari Asean, penandatangan pernyataan bersama ini adalah Sultan Brunei Darussaam Haji Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, PM Laos Bouasone Bouphavanh, PM Malaysia Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi, PM Myanmar Jenderal Soe Win, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Thailand Jenderal (Purn) Surayud Chulanont.
(asy/fjr)










































