Laporan dari Cina
ASEAN Dorong Krisis Korut Diselesaikan dengan Dialog
Senin, 30 Okt 2006 17:48 WIB
Nanning -
ASEAN berharap krisis nuklir Korea Utara diselesaikan melalui dialog, dengan menghidupkan kembali Six Party Talks. ASEAN juga mendukung Cina sebagai negara yang sangat dekat dengan Korea Utara untuk terus berupaya meredakan krisis ini. Hal ini disampaikan Ketua ASEAN yang juga Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo saat menyampaikan jumpa pers bersama Perdana Menteri (PM) Cina Wen Jiabao di Multifunctional Hall, International Conference Center (ICC) lantai 2, Hotel Liyuan, Kota Nanning, Cina, Senin (30/10/2006), seusai KTT dalam Rangka Peringatan Hubungan Cina-Asean ke-15 ditutup. Jumpa pers ini disaksikan oleh semua kepala negara/pemerintahan ASEAN, termasuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Kita, negara ASEAN mengharapkan krisis Korea Utara diselesaikan melalui dialog dengan kembali melakukan Six Party Talk. Kami mendukung Cina untuk tetap berupaya menyelesaikan masalah ini," kata Arroyo seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad yang mengikuti lawatan Presiden SBY ke Cina. Sementara, Jiabao mengharapkan negara-negara ASEAN untuk membuat masyarakat keamanan sendiri untuk mewujudkan zona bebas nuklir. Jiabao juga menginginkan hubungan Cina-ASEAN dapat berlangsung dengan kerja sama yang lebih baik. Pada kesempatan itu, Arroyo juga menyatakan, ASEAN telah mengevaluasi perkembangan hubungan dialog Cina-ASEAN dan merasa puas karena kerja sama tersebut telah memberikan keuntungan. Kerja sama strategis untuk perdamaian dan kemakmuran antara Cina dan ASEAN tidak hanya berdampak positif terhadap anggota-anggota ASEAN, tapi juga berdampak di kawasan regional dan dunia. "Kami percaya kami telah memiliki pondasi yang kuat untuk meneruskan kerja sama antara Cina dan ASEAN dalam masa mendatang," ujar Arroyo. Sebelum KTT ditutup, para kepala pemerintahan/negara ASEAN dan PM Cina Jiabao menandatangani pernyataan bersama. Dari ASEAN, penandatangan pernyataan bersama ini adalah Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, PM Laos Bouasone Bouphavanh, PM Malaysia Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi, PM Myanmar Jenderal Soe Win, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Thailand Jenderal (Purn) Surayud Chulanont.Foto:SBY bersama pimpinan ASEAN lainnya.
(asy/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































