Laporan dari Cina
PM Jiabao Harapkan Hubungan Cina-ASEAN Lebih Baik lagi
Senin, 30 Okt 2006 14:54 WIB
Nanning - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dalam Rangka Memperingati Hubungan Cina-ASEAN ke-15 dibuka Perdana Menteri (PM) Cina Wen Jiabao dan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo. Dalam sambutannya, Jiabao mengharapkan hubungan Cina-ASEAN bisa lebih baik lagi di masa mendatang. KTT ini digelar di Multifunctional Hall, International Conference Center (ICC) lantai 2, Hotel Liyuan, Kota Nanning, Cina, Senin (30/12/2006). Sebelum KTT dibuka, Jiabao menerima satu persatu para kepala negara/pemerintahan ASEAN dan melakukan foto bersama, sebelum memasuki ruang pertemuan. Dalam pidatonya, Jiabao menyampaikan terima kasih atas kedatangan para kepala negara/pemerintahan ASEAN memenuhi undangannya. Selanjutnya, Jiabao mengingatkan bahwa hubungan ASEAN dengan Cina telah berumur 15 tahun. "Hubungan ini merupakan hubungan satu negara dengan kawasan negara-negara terbaik," kata Jiabao seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad yang mengikuti lawatan Presiden SBY ke Cina. Jiabao gembira dengan hasil hubungan Cina dengan kawasan Asia Tenggara ini. Jiabao juga menyinggung tentang pertumbuhan penduduk di Cina dan ASEAN yang pesat, sehingga perlu adanya stabilitas dan kesejahteraan rakyat yang baik. Dia berharap hubungan Cina dengan ASEAN bisa ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi. "Saya harap hubungan ini mengarah kepada hubungan strategis yang lebih baik di masa mendatang," ujar Jiabao. Seusai membacakan pidatonya, Jiabao mempersilakan Arroyo untuk membacakan pidato sambutannya. Arroyo diminta menyampaikan pidato, karena saat ini Presiden Filipina itu menjadi Ketua Asean Standing Committee. Arroyo Ajak ASEAN Juga Sentuh Keamanan Dalam pidatonya, Arroyo mengajak para anggota ASEAN untuk menjadikan ASEAN sebagai organisasi yang tidak fokus ke masalah ekonomi, tapi juga keamanan. "Kita tidak bisa hanya bicara masalah ekonomi, tetapi juga masalah keamanan, sebagaimana misalnya krisis Korea Utara yang terjadi sekarang ini," kata dia. Memang, selama ini ASEAN merupakan organisasi negara-negara kawasan yang fokus pada masalah ekonomi dan sosial budaya, tapi saat ini ASEAN harus berpikir untuk tahun-tahun mendatang. "Bagaimana ASEAN pada masa mendatang. Sebaiknya selain membicarakan ekonomi, juga menyentuh masalah-masalah keamanan," ujar dia. Arroyo juga memandang bahwa hubungan Cina-ASEAN sangatlah penting. Dia berharap hubungan Cina-ASEAN lebih baik lagi di masa mendatang. Kebangkitan ekonomi Cina sebaiknya juga ditularkan kepada negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Meja Bundar KTT ini digelar di ruangan yang cukup luas. Tempat duduk para kepala negara/pemerintahan dibuat melingkar, bermeja bundar. Masing-masing kepala negara/pemerintahan duduk dengan para delegasi berada di belakangnya. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengikuti KTT ini didampingi para delegasi, seperti Menlu Hassan Wirajuda dan pejabat lainnya. Warna merah mendominasi ruangan ini. Lantai ruangan ini dilapisi permadani ber-background warna merah tua dengan banyak motif. Sementara di dalam lingkaran meja bundar, tampak berhias tanaman warna hijau dan bunga berwarna-warni. Dalam acara ini, hadir semua kepala negara/pemerintahan, termasuk PM Thailand yang baru, Surayud Chulanont. Dalam forum KTT ini, masing-masing kepala negara/pemerintahan akan mendapat giliran pidato selama 10 menit. Presiden SBY mendapat giliran pidato setelah PM Kamboja Hun Sen. Sayang, setelah pembukaan, acara ini berlangsung tertutup.
(asy/nrl)











































