Kondisi Salah Satu Kembar Siam di Solo Memburuk

Kondisi Salah Satu Kembar Siam di Solo Memburuk

- detikNews
Senin, 30 Okt 2006 14:36 WIB
Solo - Pelaksanaan pemisahan bayi kembar siam omphalophagus (dempet perut) yang lahir di RS dr Moewardi, Solo, semakin sulit dipastikan. Sebab kondisi keduanya belum stabil, bahkan pernapasan salah satu darinya sejak kemarin harus dibantu tabung oksigen. Hal tersebut disampaikan dr Nunik Agustriani SpBA, selaku ketua tim pemantauan dan pemisahan bayi kembar siam tersebut, Senin (30/10/2006). Nunik menjelaskan, untuk melakukan operasi pemisahan kedua bayi itu semua faktor risiko harus diperhitungkan dengan sangat matang. "Operasi bisa dilakukan jika kondisi bayi harus benar-benar stabil dan faktor kegawatan telah terlalui. Karena kondisi yang belum stabil itu pula maka hingga saat ini pemeriksaan yang kami lakukan masih diminimalisasi agar tidak mengganggu proses stabilisasinya," papar Nunik. Diakatakannya hingga saat ini bayi yang diberi identitas 'Eka 1' dan 'Eka 2' sesuai nama ibunya, Eka Sri Handayani, itu masih dirawat khusus di inkubator ruang PICU NICU. Bahkan karena pernapasannya yang memburuk, sejak hari Minggu kemarin Eka 2 dibantu dengan tabung oksigen khusus. dr Pudjiastuti SpA, dokter yang betanggung jawab ruang tersebut, membenarkan kondisi kesehatan 'Eka 2' mengalami kemerosotan. "Sewaktu lahir berat berat badan Eka 1 2.250 gram dan Eka 2 seberat 2.000 gram. Hingga penimbangan terakhir berat Eka 1 bertambah 15 gram sedangkan Eka 2 tetap. Kondisi Eka 2 memang relatif menurun," ujar Pudji. Meskipun demikian, Pudji mengaku akan terus mengupayakan stabilisasi kesehatan keduanya secara optimal dengan berbagai langkah medis yang dapat ditempuh. Siapkan 25 Dokter Ahli Nunik lebih jauh menjelaskan karena kondisi tersebut, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan lebih detail organ dalam kedua bayi. Sejauh ini, kata dia, timnya baru sebatas memberikan dugaan kemungkinan dempet hati pada kedua bayi itu. "Rumah sakit sudah menyiapkan tim beranggotakan 25 dokter ahli berbagai bidang. Namun belum bisa dipastikan pelaksanaan pemisahan karena kami belum mengetahui kompleksitas penyatuan organ-organ kedua bayi. Jika kondisinya stabil dan optimal, pemisahan bayi kembar siam paling ideal adalah umur 9 bulan hingga 1 tahun," kata Nunik. Seperti diberitakan sebelumnya bayi kembar siam dempet perut dilahirkan di RS dr Moewardi Solo pada hari Rabu (18/10/2006) lalu. Dua bayi laki-laki anak pasangan Ariyanto dan Eka Sri Handayani itu, telah diprediksi oleh dokter akan lahir dalam kondisi dempet sejak usia kehamilan 18 pekan. (mbr/nrl)


Berita Terkait