Kecerdasan Moral 9 Calon Hakim Agung Dites 31 Oktober
Senin, 30 Okt 2006 09:50 WIB
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) melakukan seleksi terakhir 9 calon hakim agung melalui tes wawancara Selasa 31 Oktober dan Rabu 1 November 2006. Tes difokuskan pada uji kecerdasan moral para calon hakim agung. "Tes tanggal 31 Oktober dan 1 November. Semua aspek diuji. Kalau saya pribadi menguji aspek spiritual," ungkap Koordinator Bidang Pengawasan, Kehormatan, Keluhuran Martabat dan Perilaku Hakim KY Irawady Joenoes dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/10/2006), pukul 09.00.Tes wawancara ini diikuti oleh 9 calon yakni Achmad Mukhsin (Bengkulu), Aminuddin Salle (Sulsel), Achmad Ali (Sulsel), Bagus Sugiri (Sulteng), Sanusi Husin (Lampung), Abdul Gani Abdullah (DKI Jakarta), Komariyah R Sapardjaja (Jawa Barat), Hatta Ali (Banten) dan Munir Fuady (Jawa Barat). 9 Calon ini disaring dari 49 nama yang telah diseleksi Tim Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) UI. 49 Nama ini merupakan saringan dari 133 pelamar untuk mengisi 6 posisi hakim agung yang kosong.Dalam seleksi terakhir ini, KY tidak memutlakkan harus ada nama-nama yang tersingkir dalam pencalonan. Terbuka kemungkinan 9 nama tersebut disodorkan ke DPR untuk dipilih sebagai calon hakim agung."Kalau bisa 9 nama, ya ke-9-nya ikut. Kalau bisanya 6, ya sudah 6 saja," ujar Irawady.KY Minta DPR MaklumMengenai ketentuan UU yang mensyaratkan adanya tiga calon untuk satu posisi hakim agung yang kosong, KY meminta DPR dapat memaklumi. Menurut Irawady, calon yang memenuhi syarat memang hanya 9 orang tersebut. "Bagaimana itu caranya? Apa dipaksakan KY mencukupkan sesuai undang-undang?" tanya Irawady.Untuk itu KY meminta DPR bisa memaklumi tindakan KY yang hanya menyeleksi 9 nama tersebut. "Ini pertama kali melakukan. Kalau hasilnya hitam, yang malu kan KY. Padahal yang memberikan kewenangan DPR juga," tandas Irawady.
(aba/nrl)











































