Presiden Israel Menolak Mundur Atas Skandal Seks

Presiden Israel Menolak Mundur Atas Skandal Seks

- detikNews
Senin, 30 Okt 2006 05:58 WIB
Jerusalem - Presiden Israel Moshe Katsav didesak mundur atas tuduhan pemerkosaan. Namun dia menolak mundur dan menyatakan tidak bersalah."Saya korban dari kampanye fitnah yang keji. Saya akan membuktikan diri saya tidak bersalah," ujar Katsav, seperti dilansir AFP, Senin (30/10/2006).Katsav selain menolak mundur juga akan menunggu keputusan Jaksa Agung Menachem Mazuz. Mazuz sebelumnya merekomendasikan Katsav untuk mundur dari jabatannya dan menghadapi tuduhan pemerkosaan."Seluruh pihak harus menunggu hasil investigasi termasuk keputusan Jaksa Agung," kata presiden pertama Israel dari partai sayap kanan ini.Para politisi mendesak presiden mundur sesuai rekomendasi jaksa agung. Para jaksa pun kini mempersiapkan tuntutan terhadap Katsav. Katsav kebal hukum sebagai presiden namun dapat di-impeach lewat voting 90 dari 120 anggota parlemen Knesset.Polisi sudah memulai penyelidikan sejak Juli 2006 setelah Katsav melaporkan mantan pegawai perempuannya berinisial A karena mencoba memerasnya. A balik menuduhnya melakukan pelecehan seksual.Penyelidikan polisi kemudian mengungkapkan ada 10 perempuan lain yang melaporkan mulai pemerkosaan, pelecehan seksual, dan tindakan sewenang-wenang. Katsav dituduh 5 kali memaksa berhubungan seks dengan pegawai perempuannya di kediaman Katsav di Jerusalem. Tindakan ini dilakukan saat menjabat sebagai menteri pariwisata dan berlanjut ketika menjabat presiden.Polisi menyatakan memiliki cukup bukti atas 3 dari 4 kasus Katsav, namun tidak memiliki cukup bukti atas tuduhan pemerasan yang dilakukan A. Skandal ini tidak mempengaruhi posisi PM Ehud Olmert karena jabatan presiden hanya simbolik saja. (fay/aba)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait