Presiden Bangladesh Ambil Alih Pemerintahan
Senin, 30 Okt 2006 00:20 WIB
Dhaka - Presiden Bangladesh Iajuddin Ahmed disumpah sebagai kepala pemerintahan sementara Bangladesh menyusul habisnya masa jabatan PM Khaleda Zia. Pengangkatan Ahmed menyulut boikot oposisi."Saya, Profesor Iajuddin Ahmed, secara bertanggungjawab bersumpah sebagai Kepala Penasehat pemerintahan sementara yang netral," ujar Ahmed saat disumpah Ketua MA Bangladesh JR Mudassir sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Minggu (29/10/2006).Ahmed mengambil sumpah di istana kepresidenan, di hadapan mantan PM Khaleda Zia, para diplomat dan pejabat pemerintahan. Upacara pengangkatan ini disiarkan secara langsung oleh televisi di Bangladesh. Ahmed dimandatkan untuk menyelenggarakan Pemilu legislatif Januari 2007.Oposisi Menolak AhmedPengangkatan Ahmed ini tidak serta merta mengakhiri krisis pemerintahan di Bangladesh pasca berakhirnya kekuasaan PM Khaleda pada Jumat, 27 Oktober lalu. Partai-partai oposisi yang bergabung dalam Liga Awami memboikot pelantikan Ahmed selaku pimpinan pemerintahan sementara.Namun, Liga Awami yang dipimpin mantan PM sebelum Khaleda, Sheikh Hasina Wajed belum mengeluarkan pernyataan resmi. Para pimpinan Awami masih menggelar pertemuan di kediaman Hasina."Hasina akan berkomentar mengenai posisi pemerintahan sementara setelah pertemuan itu," ujar sekretaris pers Hasina, Abul Kalam Azad seperti dikutip dari AFP.Saksi mata melaporkan tidak kurang dari 5000 pendukung Awami menunggu pernyataan Hasina di luar kediamannya. Sebelumnya pihak oposisi juga menolak pilihan awal yang menunjuk hakim agung KM Hasan selaku pimpinan sementara. Hasan dipandang sebagai kepanjangan tangan dari KhaledaPenolakan ini menimbulkan kerusuhan di Bangladesh. Diperkirakan belasan orang tewas dalam kerusuhan yang melibatkan polisi, pendukung oposisi dan pendukung Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) yang dipimpin Khaleda.
(aba/fay)











































