Mudik Pasca Lebaran Ala Wong Madura
Sabtu, 28 Okt 2006 21:16 WIB
Jakarta - Bagi pekerja kantoran hari ini atau esok mungkin menjadi hari terakhir menikmati nyamannya kampung halaman. Namun tidak demikian bagi warga Madura di Jakarta yang mayoritas bekerja di sektor informal, mereka memilih mudik justru setelah lebaran.Hari ini saja, Sabtu (28/10/2006), sekitar 500 orang memadati tempat tunggu bus jurusan Madura di Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur.Syafii (27) yang sehari-harinya berprofesi sebagi pedagang kelontong memilih mudik pasca lebaran karena alasan kenyamanan. "Cari yang agak sepi penumpangnya. Nggak perlu desak-desakan," ujarnya saat ditemui detikcom.Selain itu masih menurut Syafii harga tiket bus sudah lebih murah dibandingkan saat menjelang Lebaran. Harga tiket bus kelas eksekutif jurusan Bangkalan, Madura, menurut Syafii waktu lebaran bias mencapai Rp 325 ribu namun saat ini bisa dibelinya seharga hanya Rp 180 ribu.Syafii juga berujar alasan warga Madura mudik pasca Lebaran adalah adanya Lebaran Syawal atau Lebaran Ketupat dan tradisi menikah pada bulan Syawal."Kami di sana ada Lebaran Ketupat 7 hari setelah Salat Idul Fitri. Terus di Madura setelah Lebaran ramai yang menikah," ungkapnya.Cerita Syafii juga diamini oleh Hj Rosidah (72). Wanita tua ini mengaku pulang ke Bangkalan karena ingin menghadiri hajatan. "Saya pulang ada yang mau hajatan. Kalau mudik sebelum lebaran lama nunggunya," katanya polos.Wanita yang berbisnis barang bekas ini juga mengaku harga tiket usai Lebaran lebih murah. Untuk bus AC jurusan Bangkalan diperolehnya cukupdengan merogoh kocek Rp 180 ribu sama dengan Syafii.Lain lagi kisah Ari (26). Ia menuturkan alasan ia ke Madura adalah mengantar pulang adik-adiknya yang masih SMA. "Mereka habis main. Udah mau sekolah terus saya yang ngantar pulang," terangnya.Ari yang membuka warung makanan di daerah Serang, Banten, mengatakan pulang setelah Lebaran lebih enak dan nyaman. Penumpang di bus tidak berdesak-desakan dan lebih cepat sampai ke tujuan karena tidak terjebak macet di jalanan.
(mar/mar)











































