TNI Perketat Pengamanan di Perbatasan Timor Leste
Sabtu, 28 Okt 2006 14:19 WIB
Kupang - Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste semakin memperketat pengamanan di bagian selatan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Distrik Kovalima, Timor Leste yang menjadi lokasi persembunyian pimpinan tentara pemberontak Timor Leste, Mayor Alfredo Reinado beserta para pengikutnya. Komandan Pasukan Pengaman Perbatasan Indonesia, Kolonel Artileri Ediwan Prabowo, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (28/10/2006) mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari komandan UN Peace Keeping Force (UPF) Timor Leste, Alfredo cs diperkirakan bersembunyi di perkampungan Fatululik, Fatutean, dan Sibuare. Namun kecil kemungkinan untuk melarikan diri ke Timor Barat, Indonesia. "Saat ini UPF sementara melakukan patroli rutin di perkampungan itu. Mereka terus mengejar Alfredo cs. Tetapi belum berhasil menangkap mereka," ujar Ediwan.Menurutnya, pasukan TNI di perbatasan tetap dioptimalkan untuk mengamankan perbatasan darat kedua negara guna mencegah kaburnya Alfredo ke wilayah Indonesia. "Jumlah pasukan TNI diperbatasan sebanyak 1250 personil yang terdiri dari Batalyon 744 Korem 161 Wirasakti Kupang, Satu batalyon Yon Armed 13/Kostrad, 1 markas resimen Armed II/Kostrad dan cadangan TNI dari Yonif 743 Korem 161 Wirasakti Kupang dan personil Kodim 1605 Belu," katanya.Ediwan menambahkan, belum ada kejadian menonjol disepanjang perbatasan kedua negara dan hingga kini arus keluar masuk warga negara Indonesia dan warga negara asing masih dalam kondisi normal.Sementara itu, dari Timor Leste dilaporkan, situasi keamanan di kota Dili masih mencekam. Serangkaian aksi kekerasan kembali terjadi malam Sabtu, yang ditandai dengan aksi perkelahian antar geng asal blok Tmur dan blok barat. Tidak ada laporan korban tewas, tetapi sejumlah warga dilaporkan menderita luka-luka karena terkena benda tajam.
(jon/jon)











































