Pilih Bertahan, Pedagang Pasar Tanah Abang Takut 'Dipalak'
Sabtu, 28 Okt 2006 13:11 WIB
Jakarta - Para pedagang pasar Tanah Abang di Blok B,C, D dan E memilih bertahan. Mereka mengaku tak mau pindah ke Blok A karena takut disuruh bayar mahal untuk kios-kios di blok tersebut. Padahal kios-kios di Blok A selama ini terkenal sepi. Beberapa pedagang yang sempat direlokasi ke Blok A akibat kebakaran beberapa waktu lalu akhirnya tutup karena sepinya pembeli.Para pedagang Tanah Abang juga menilai pemindahan mereka justru akan menyulitkan dan mematikan usaha mereka. Masalah ketidakjelasan ganti rugi dan proses pemindahan ke Blok A juga semakin mengeruhkan masalah di pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara ini."Kita takut terjebak disuruh pindah, terus disuruh bayar mahal di Blok A," kata Jimmy, seorang pedagang Blok C yang ditemui detikcom, Sabtu (28/10/2006).Jimmy mengeluhkan, tanpa dipindah ke Blok A pun, omzetnya semakin menurun akibat kondisi perekonomian yang lesu. Jika pada tahun 2000 omzet mencapai Rp 35 juta per hari, kini omzet pedagang Tanah Abang semakin merosot. Pada hari-hari ramai, omzet pedagang Tanah Abang paling banter hanya Rp 5 juta. Dan jika sepi, omzet bahkan hanya Rp 1 juta per hari. Menurut Jimmy, jika pedagang dipindah ke Blok A yang lokasinya tidak strategis, maka akan semakin mengurangi omzetnya. Para pedagang juga meminta agar proses pemindahan dilakukan secara bertahap dan dalam kelompok lokasi yang sama, misalnya satu lantai khusus untuk bordir untuk pakaian, dan tidak diacak. "Kalau keadaan seperti ini, kalau bisa pindahnya bertahap supaya kita bisa sosialisasi ke pelanggan dimana tempat pindah yang baru. Idealnya sekitar enam bulan," tambahnya.Pedagang juga mengeluhkan harga kios yang mahal di Blok A. Kios-kios ditawarkan antara Rp 20 juta-400 juta per meter. "Ada yang cuma Rp 200 juta, cuma tempatnya tidak strategis yakni di belakang atau dilantai atas. SEdangkan di tempat yang strategis ada yang Rp 1-1,5 miliar," ujar Koh Seng, seorang pedagang Tanah Abang lainnya. Sementara Hengki mengatakan, saat ini pedagang tengah melakukan negosiasi mengenai harga dengan pemerintah. Pedagang meminta toko di Blok A dijual dengan harga yang wajar kurang dari Rp 50 juta per meter persegi untuk lokasi yang strategis. Dalam pantauan detikcom, Blok B,C,D,E telah ditutup dengan pagar seng sejak H+2 Lebaran. Di pintu-pintu masuk juga ada Brimob bersenjata laras dalam, dan ada yang berpatroli di dalam. Sebagian besar kios di blok tersebut juga masih tutup. Meski mengaku tak mendapat teror, Jimmy merasa kehadiran polisi dan pagar seng itu akan menakut-nakuti pembeli. Di pasar Tanah Abang sendiri dipasang spanduk-spanduk yang bertuliskan mengenai proses pemindahan ke tempat penampungan sementara harus dilakukan pada tanggal 7-9 November mendatang.
(qom/jon)











































