Pengangkatan Marsilam Cs Bukti SBY Tak Percayai Menterinya
Jumat, 27 Okt 2006 18:10 WIB
Jakarta - Pengangkatan Marsilam Simandjuntak Cs dalam lingkaran dalam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuai kritik. Penunjukan Marsilam Cs dalam tim Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) malah dianggap sebagai bukti bahwa SBY tidak mempercayai kabinetnya."Pembentukan tim ini menguatkan bukti ketidakpercayaan presiden kepada menterinya. Nantinya tidak akan ada komunikasi yang baik antara presiden dengan para menteri, karena presiden akan lebih mendengar Marsilam Cs," kata Ketua Fraksi PDIP di DPR, Tjahyo Kumolo kepada detikcom Jumat (27/10/2006).Tjahyo beralasan, pembentukan UKP3R ini menunjukan bahwa kerja kabinet dibidang-bidang yang akan digarap tim baru itu seperti di bidang hukum, BUMN, dan birokrasi belum maksimal. "Ini sebuah langkah yang akan mengganggu kinerja kabinet. Dari pada membentuk tim kerja baru lebih baik diganti saja kabinetnya. Presiden tidak perlu takut," cetus Tjahyo.Dia juga mempertanyakan keefektifan pembentukan tim ini. Karena sesuai janji SBY pada kampanye lalu bahwa pemerintahannya akan efisien, efektif dan mengurangi pemborosan. "Secara taktis strategis ini memperkuat lingkungan di istana dan pembentukan tim ini memang hak prerogatif presiden," urai Tjahyo.Selain itu, dia juga mencermati kerja pemerintahan sekarang yang banyak terjadi overlaping antara jabatan yang satu dengan yang lain. Tjahyo lalu mencontohkan keberadaan Menkominfo dengan juru bicara presiden, lalu Seskab dengan Sesneg. "Ya, saya kira presiden perlu mengevaluasi kabinetnya. Tim baru ini hanya memperpanjang birokrasi," tandas Tjahyo.
(ndr/jon)











































