Mbah Maridjan Kebanjiran Tamu

Mbah Maridjan Kebanjiran Tamu

- detikNews
Jumat, 27 Okt 2006 15:43 WIB
Sleman - Meski tidak menggelar open house, Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjantetap kebanjiran tamu. Mereka datang berbondong-bondong untuk bersilaturahmi sekaligus melihat dari dekat kawasan Bebeng yang terkena letusan Merapi beberapa waktu lalu.Sejak seusai salat Idul Fitri pada hari Senin lalu hingga hari ini Jumat (27/10/2006), Mbah Maridjan beserta keluarga banyak kedatangan tamu terutama dari luar kota. Karena banyak tamu yang datang, Mbah Maridjan sampai kewalahan menerima tamu yang datang silih berganti.Meski banyak tamu yang tidak ia kenal, dengan senang hati, Mbah Maridjan menyambut tamunya dengan ramah. Saat menemui dia selalu mengenakan hem batik dan kopiah serta berbahasa Jawa saat bercakap-cakap dengan tamunya. Beberapa tamu sempat ada yang meminta untuk berfoto bersama-sama.Sebagian besar tamu bintang iklan minuman energi itu adalah para mantan pecinta alam yang dulu pernah beraktivitas di kawasan lereng selatan Gunung Merapi itu. Mereka sudah bertahun-tahun bahkan belasan tahun meningalkan kota Yogyakarta karena bekerja di luar daerah. Saat bersilaturahmi dengan Mbah Marijan maupun dengan warga Kinahrejo Desa Umbulharjo Cangkringan Sleman, mereka ada juga yang membawa keluarga seperti anak dan istri. Namun adapula yang sengaja datang bersama teman sesama anggota pecinta alam.Namun adapula warga yang tidak mengenal dengan Mbah Maridjan dan baru pertama kali datang ke kawasan Kinahrejo. Setelah menyaksikan kawasan Bebeng dan bunker yang tertimbun material Merapi yang ada di sebelah timur rumah juru kunci Merapi itu, mereka kemudian menyempatkan bersilaturahmidatang. Bagi yang sudah kenal dan terbiasa dengan warga sekitar Kinahrejo, warga yang datang tidak hanya bersilaturahmi dengan keluarga Mbah Maridjan saja tapi juga tetangga sekitar di Dusun Kinahrejo. "Setelah ketemu Simbah (panggilan akrab para pecinta alam kepada Mbah Maridjan, kami juga ke rumah Pak Udi, Pak Panut, Pak Wignyo maupun Yu Rejo yang dulu akrab dengan kami," kata Iswahyudi yang dulu anggota pecinta alam di tahun 1990-an.Setelah lulus dari UGM 16 tahun silam dan bekerja di Jakarta, Yudi mengaku baru dua kali datang lagi ke Bebeng dan Kinahrejo yakni tahun 1997 dan tahun 2000.Sejak sejak Merapi mulai aktif lagi tahun ini dan simbah sering muncul di televisi akhir-akhir ini, dia mengaku berniat datang ke rumah Mbah Maridjan setelah berlebaran di Magelang bersama keluarga dan teman-teman."Tadi pagi saya sempat bertemu simbah dan ternyata simbah masih ingat saya. Anak saya juga senang bisa berfoto dengannya," katanya. (jon/jon)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads