Pemudik Mulai Serbu Pusat Oleh-oleh di Yogyakarta

Pemudik Mulai Serbu Pusat Oleh-oleh di Yogyakarta

- detikNews
Jumat, 27 Okt 2006 14:21 WIB
Yogyakarta - Setelah bersilaturahmi dengan sanak keluarga, para pemudik hari ini mulai menyerbu pusat perdagangan oleh-oleh di Yogyakarta. Mereka mulai memborong anekaoleh-oleh baik berupa makanan dan barang kerajinan seperti kain batik.Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (27/10/2006) beberapa pusat penjualan buah tangan yang dipadati pemudik diantaranya di Jl K.S.Tubun Patuk yang merupakan pusat oleh-oleh makanan khas Bakpia Patuk dan di Jl Mataram. Di kedua tempat itu sejak pagi hingga siang hari dipenuhi mobil para pemudik. Ratusan mobil silih berganti memasuki Jl K.S. Tubun sepanjang 1 kilometer di kampung Patuk Ngampilan itu. Akibatnya di jalan itu sempat terjadi kemacetan danantrean panjang mobil yang hendak mencari tempat parkir. Kemacetan sempat terjadi di simpan tiga yang menghubungkan kawasan Patuk seperti Jl Bhayangkara dan Jl Letjen Suprapto. Beberapa toko yng menjual oleh-oleh yang dipenuhi pembeli diantara Bakpia 75, Bakpia 25, Bakpia Agung dan lain-lain. Di tempat itu, para pembeli juga rela antre saat membeli berbagai oleh-oleh. Karena banyak pembeli yang datang, di mulut gang sekitar Patuk beberapa warga, sopir becak dan tukang parkir juga menawarkan kepada pemudik untuk membeli bakpia buatan warga dengan harga jauh lebih murah.Bila di toko-toko di sepanjang jalan itu, satu dus bakpia isi 20 atau 25 biji bakpia dijual dengan harga sekitar Rp 10 ribu. Bapkia buatan warga dengan rasa yang sama dijual dibawah harga itu setiap dus.Edi Suprayitno (40) salah seorang pemudik dari Jakarta kepada detikcom mengatakan bakpia buatan warga kampung Patuk dengan yang dijual dengan merek terkenal rasanya sama saja dan sama enaknya. Sebab warga kampung yang saat ini membuat bakpia dengan berbagai merek itu dulunya adalah karyawan toko bakpia. Setelah belajar cukup lama dan sudah mahir, mereka kemudian berusaha sendiri."Rasanya sama, bahan dan resep juga sama. Bedanya hanya merek, sudah dikenal sama belum. Kalau sekedar untuk oleh-oleh lebih baik beli dikampung lebih murah," katanya.Sedang di pusat penjualan oleh-oleh yang juga diserbu pembeli diantaranya pusat makanan gudheg di kampung Wijilan kecamatan Kraton dan gudheg Mbarek di sebelah utara kampus UGM. Demikian pula pusat perdagangan kain batik di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo juga diserbu pembeli.Di Jalan Wijilan, belasan penjual gudheg kering hampir semuanya dipenuhi pembeli. Di kanan-kiri jalan itu dipenuhi mobil pemudik yang plat nomor luar kota seperti Jakarta, Bandung, Banten dan Surabaya. Sedang di Jalan Malioboro mulai dari depan Hotel Inna Garuda hingga depan Pasar Beringharjo juga sepat terjadi kemacetan arus lalu-lintas karena banyaknya mobil para pemudik dari luar kota yang hendak berbelanja. Saking banyaknya beberapa kantong parkir di Taman Garuda, Jl Dagen, Jl Pajeksan, Jl Suryatmajan, sebelah selatan Pasar Beringharjo petugas parkir sampai menolak parkir mobil. Di depan pintu masuk tempat parkir juga terpasang tulisan parkir penuh maupun petugas yang berdiri yang memberi tanda bila tidak ada tempat lagi. (jon/jon)


Berita Terkait